Dari pantauan di lokasi, masyarakat telah berbondong-bondong datang ke lokasi sejak gerai belum buka. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Sebagian besar pembelinya kalangan perempuan. ”Sudah di sini (SCJ, Red) sejak pukul 08.00, biar dapat beragam sembako murah. Lumayan selisih Rp 4 ribu dibanding di pasaran,” ungkap Nunuk Indriati, salah satu pembeli asal Kelurahan Pengkol, Jepara.
Setibanya di lokasi, para pembeli langsung mendatangi gerai-gerai yang disediakan dan langsung antre. Padahal gerai tersebut belum buka. Ada 12 gerai yang dibuka dalam program pasar murah tersebut. gerai-gerai tersebut, baru buka sekitar pukul 09.30 setelah di-launching oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi.
Pasar murah merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemkab Jepara. Tujuannya, untuk memberikan keringanan bagi masyarakat. Terutama masyarakat kurang mampu. Dengan begitu, barang yang dijual harganya lebih murah dibanding harga umumnya.
Ada lima kebutuhan yang dijual. Meliputi, beras dijual dengan harga Rp 7 ribu per kilogram totalnya ada 2.584 kilogram, gula pasir seharga Rp 10 ribu per kilogram dengan stok 2.076 kilogram, minyak goreng dijual Rp 21 ribu per liter sebanyak 1.488 liter, tepung terigu seharga Rp 5 ribu per kilogram dengan stok 724 kilogram, dan telur ayam yang dijual Rp 21 ribu per kilogram sejumlah total 1.752 kilogram.
”Ini untuk membantu masyarakat menjelang Lebaran. Tahun ini, kebutuhan pokok di semua pasar masih tercukupi. Semoga tidak ada yang memainkan harga semaunya,” ujar Bupati Jepara Dian Kristiandi saat pembukaan pasar murah kemarin.
Kegiatan pasar murah ini, dimulai kemarin dan berakhir pada 25 April mendatang. Selain di SCJ, kegiatan ini juga digelar di 15 kecamatan, kecuali Karimunjawa. (rom/lin) Editor : Ali Mustofa