Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, sebagian badan truk itu menabrak tebing dan pohon di pinggir jalan. Akibatnya, empat roda truk belakang terangkat hingga tidak menyentuh jalan. Saat itu, sekitar pukul 08.00, banyak warga menonton truk oleng itu. Tampak banyak juga pengendara motor mengalihkan arahnya ke jalan alternatif.
Kepala Unit Laka Lantas Polres Jepara Agus Umar mengatakan, pihaknya ikut membantu proses evakuasi truk tersebut. ”Untuk jalur kami alihkan, sambil kami pantau evakuasi truknya,” jelasnya.
Didik, 47, sopir truk kontainer itu menceritakan, insiden ini terjadi sekitar pukul 01.00 kemarin. Saat itu, ia yang ditemani istrinya ingin mengantarkan mebel dari Mantingan ke Pelabuhan Semarang. Saat menanjak di jalan, mesin tiba-tiba mati. Untungnya kondisi jalan masih sepi.
”Karena remnya kan pakai rem angin, mesin mati otomatis remnya nggak bisa,” kata Didik.
Saat itu, ia terpaksa membanting setir ke sisi kanan. Sebab, ia takut ada banyak rumah warga di sisi kiri. Ia khawatir truknya bisa menimbulkan korban.
Karena membanting setir itu, ia mengalami luka lebam di tangannya. Namun tidak berat. Kondisi istrinya juga tidak parah. Kemarin, mereka sedang beristirahat sambil menunggu arahan terkait evakuasi truk.
Saat kejadian berlangsung, kata Didik, warga sekitar langsung keluar rumah dan memeriksa kondisi jalan.
Didik yang warga Semarang itu, mengaku sudah terbiasa mengantar mebel ke pelabuhan. Namun, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. ”Sejak 1991 jadi sopir. Ini kejadian pertama,” jelasnya.
Saat tulisan ini dibuat, truk sedang dalam proses evakuasi. Selain itu, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Tampak dari warga sekitar ikut membantu sopir dan proses evakuasi. (nib/lin) Editor : Ali Mustofa