Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kreasikan Tenun Troso Jadi Produk Fashion

Ali Mustofa • Senin, 11 April 2022 | 19:02 WIB
RAPI: Ratusan kain tenun beragam motif tertata dalam sebuah rak di workshop Mitra Warna milik Irbab. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
RAPI: Ratusan kain tenun beragam motif tertata dalam sebuah rak di workshop Mitra Warna milik Irbab. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
JEPARA - Kabupaten Jepara selain memiliki produk unggulan ukir juga punya produk lainnya. Yaitu tenun Troso yang diproduksi sebagian besar masyarakat Desa Troso, Kecamataan Pecangaan. Seiring berkembangnya zaman, kerajinan tenun yang dipasarkan tak sekadar bahan berupa kain saja. Banyak pengusaha yang mulai menginovasikannya menjadi beragam produk fashion.

Salah satunya di workshop tenun batik Mitra Warna milik Irbab Aulia Amri 38. Dirinya mulai menginovasikan kain tenun Troso menjadi beragam kerajinan sejak 2019 lalu. “Saat itu berpikir bagaimana supaya tenun maju bukan sebagai pusat produksi. Tapi harus sebagai pusat pengembangan inovasi,” ungkapnya.

Dari hal itu, dirinya sempat melakukan riset pasar. Hasilnya, sebagian besar customer menginginkan produk tenun Troso dijadikan beragam produk fashion. Seperti tas, peci, sepatu, hingga jaket. Dengan begitu, tantangan saat ini yang dihadapi para perajin tenun Troso adalah memunculkan ide dan produk baru.

Di Desa Troso jumlah pengrajin tenun jumlahnya sekitar 4.800 orang. Untuk membantu pengembangan produk dan pemasaran produk, mereka dituntut untuk memasarkan produk lewat online. Sehingga jangkauan customer-nya lebih luas. Dan tak harus datang ke Desa Troso.

Photo
Photo
EMANSIPASI: Penenun perempuan memintal benang untuk dijadikan salah satu produk kain tenun Troso. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara juga rutin menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) termasuk di Troso. Materinya bisa berupa teknik pewarnaan alam, desain produk, digital marketing serta lainnya sesuai permintaan dan kebutuhan.

“Sehingga kemampuan para pelaku IKM semakin meningkat dan lebih kreatif menangkap peluang pasar,” terang Kepala Disperindag Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto.

Di samping dengan memberi pelatihan kepada para penrajin, Disperindag juga mengikutsertakan IKM di event pameran yang berskala lokal hingga internasional. Dari keikutsertaan dalam event tersebut, diharapkan para pelaku IKM menjadi lebih luas wawasannya dan lebih tangguh dalam menjawab tantangan usaha yang semakin kompleks.

Eriza menyebutkan salah satu motif tenun khas asal Troso berupa hujan gerimis. Ciri khasnya garis-garis ukuran kecil dan berseling-seling. Selain motif, alat penenun dari Desa Troso berbeda dengan alat tenun lainnya. Pasalnya alatnya menggunakan pedal. (rom/war) Editor : Ali Mustofa
#jepara #disperindag jepara #pelaku ikm #tenun troso #produk fasion #produk unggulan #kewirausahaan