Ketiga warga tersebut ialah NS, 54; SA, 37; dan AAA, 34. Ketiganya merupakan warga Bandungrejo, Kalinyamatan. Dari pantauan wartawan di rumah duka kemarin, tampak tenda sedang dipasang oleh tetangga. Suasana belum ramai. Di rumah duka, tepatnya rumah NS, 54, Jawa Pos Radar Kudus tidak dapat menemui keluarga korban. Karena sedang berada di Pemalang. Memeriksa jenazah betul atau salah.
Rumah ketiga korban tidak jauh satu sama lain. Sekitar pukul 16.30, terdengar masjid sekitar sudah mengumumkan berita duka. Yakni pengumuman berita duka SA, 37, dan ajakan untuk menyalatkan setelah salat isya. Saat berita ini ditulis, ambulans belum tiba di rumah duka.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang menjelaskan ketiga korban sore itu dibawa ke Jepara dengan mobil ambulans.
Tetangga, sekaligus teman keluarga, NS, Vira mengatakan istri dan anak NS sekitar pukul 10.00, kemarin berangkat ke Pemalang untuk memastikan kabar kecelakaan. “Awalnya ya tidak percaya, tapi terus diberitahu tetangga yang juga jadi sopir di sana kok betul, akhirnya keluarga berangkat ke Pemalang,” jelas Vira.
Vira juga tidak mengetahui duduk perkara kejadian. Ia hanya menerima kabar bahwa korban meninggal dunia. “Saya dengar kok yang salah truknya, dan itu kan keras hantamannya hingga tewas,” jelas Vira.
Selain itu, ketiga korban sama-sama menjalankan usaha konveksi berupa celana. “Dijual ke Pemalang, barangnya sudah berangkat duluan pakai mobil lain, yang jual nyusul pakai bus elf,” jelas Vira.
Sebelumnya, diberitakan terjadi kecelakaan maut di Jalur Lingkar Utara (Jalingkut), Desa Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jumat (1/4). Adu banteng truk vs bus elf. Dari kecelakaan tersebut lima orang dikabarkan tewas.
Sementara itu di media sosial beredar kabar dan foto nama korban yang meninggal dunia merupakan warga Jepara. Tepatnya di Bandungrejo, Kalinyamatan. (nib/war) Editor : Ali Mustofa