Pergelaran itu, menghadirkan dalang Ki Heru Susilo dengan lakon Kalimataya. Sebelum dimulai, Bupati Jepara Dian Kristiandi yang mengenakan peci khas Bugis menyerahkan wayang Prabu Kresna kepada Ki Dalang.
Dalam kesempatan ini, Mayor Jenderal TNI Ramses Lumban Tobing, tenaga Pengkaji Bidang Strategi Nasional Lemhannas hadir sebagai tamu kehormatan. Jenderal bintang dua asli Medan ini, tampak mengenakan busana Jawa lengkap dengan blangkon.
Bupati mengatakan, pementasan wayang kulit itu, disajikan setelah sehari sebelumnya digelar di Pulau Parang. Pergelaran ini, diharapkan dapat terus menggelorakan rasa cinta tanah air melalui seni dan budaya. Khususnya bagi generasi muda. Untuk terus menggelorakan serta bisa menyayangi dan melestarikan kebudayaan.
Adapun Pulau Karimunjawa dipilih, karena wilayah tersebut mencerminkan miniatur Indonesia. Mulai dari beragam suku, bahasa, budaya, dan agama. ”Pergelaran di Kecamatan Karimunjawa ini, sengaja didorong karena miniatur Indonesia. Ada suku Bugis, Mandar, Madura, Bajo, dan Batak,” katanya.
Meski beraneka ragam, Andi –sapaan akrab Dian Kristiandi- menyebut, masyarakat Karimunjawa tetap mempertahankan kesatuan. Itu dibuktikan dengan semua tahapan pembangunan berjalan lancar dan baik. Utamanya di sektor pariwisata. ”Terima kasih kepada masyarakat semua yang sudah menaturalisasi. Tetap dengan budayanya masing-masing, tapi bisa berbaur sekali dengan masyarakat Jawa,” terangnya.
Pergelaran wayang kulit ini, dirangkai dengan pendistribusian zakat produktif dari Baznas berupa modal usaha. Sasarannya warga Desa Karimunjawa dan Kemujan, dan tiap-tiap desa ada lima mustahik.
Berikutnya, Andi turut menyerahkan bantuan beras 4.075 kilogram untuk 815 kepala keluarga (KK) warga Desa Karimunjawa dan 3.175 kilogram untuk 635 KK warga Desa Kemujan.
Sebelumnya, bupati juga menggelar wayangan di Desa Kemujan. Acara juga diisi tanya jawab bupati dan warga. Saat dipersilakan bupati, beberapa warga memersoalkan jalan. ”Jalan, Pak. Jalannya jelek. Tolong diperbaiki," ungkap salah satu warga.
Bupati lalu mempersilakan warga untuk komplain apa saja. Ia mengaku membawa jajaran dinas, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara. Warga bisa langsung mengusulkan kepada dinas terkait.
Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar mengonfirmasi terkait perbaikan jalan tersebut. Untuk Desa Parang, pihaknya akan survei dan melakukan perencanaan. Pihaknya akan memeriksa apakah jalan dilakukan perbaikan dengan cor rigit atau paving. Sebab, kalau aspal akan terkendala mobilisasi alat berat dan memakan biaya cukup besar. ”Mungkin pelaksanaan (perbaikan jalan) pada tahun 2023," katanya. (nib/war/lin) Editor : Ali Mustofa