Sebelum itu digelar, Rabu (2/3) umat Hindu di Desa Plajan, Pakisaji, menggelar kegiatan Mecaru. Tujuannya memohon anugerah dari Tuhan yang Maha Esa agar dalam melaksanakan catur brata penyepian diberi kelancaran dan tidak ada aral suatu apapun.
Pelaksanaannya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Ketua Parisada Hindu Dharma Jepara Parsini menyebutka sebelum digelar catur brata penyepian, ada beberapa kegiatan yang dilakukan umat Hindu Jepara.
Yang pertama kegiatan bakti sosial dan donor darah yang digelar Jumat (25/2) lalu. ”Dan pembagian beras untuk yang kurang beruntung,” ungkapnya.
Kegiatan kedua yakni Melasti yang digelar Minggu (27/2) lalu. Dalam upacara Melasti itu, memiliki makna untuk memohon berkah kepada Tuhan yang Maha Esa untuk membersihkan alat-alat persembahyangan. Juga untuk mengambil air suci dari laut untuk kegiatan Hari Raya Nyepi. Baru setelah itu dilanjut kegiatan Mecaru yang digelar kemarin.
Dalam 24 jam sejak pagi ini, umat Hindu di Jepara telah melangsungkan catur brata penyepian. Ada beberapa hal yang jadi pedoman dalam melaksanakan Nyepi. Yakni amati geni atau tidak menyalakan api, amati lelanguan atau tidak bepergian, amati karya atau tidak bekerja, dan monabrata atau membisu.
Parsini menjelaskan di dalam Nyepi tidak ada batasan usia. Siapapun yang mengerjakan akan ada hasilnya atau ganjarannya.
”Walaupun usianya kecil tapi mampu mengerjakan, dia dapat pahala melimpah. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya. (rom/zen) Editor : Abdul Rokhim