Saat ini masih dalam proses perencanaan. Dari perencanaan itu, nanti diputuskan prioritas pembangunan tahun ini ada di bagian apa. ”Kami sudah rapat di awal dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara, dengan kepala pasar, dan konsultan. Jadi apa-apa yang jadi prioritas di sana,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Cipta Karya Endro Wahyu Purwanto.
Terkait pembangunannya, dirinya berharap proyeknya bisa mulai dilelangkan April mendatang. Pasar Bangsri baru ini rencananya diproyeksikan punya 1.400 kios. Terdiri dari 114 kios mengahadap ke luar, 124 kios menghadap ke dalam, 558 kios dalam los. Adapula 2 kios selep tepung, 184 lapak basah, dan 347 lapak kering.
Tahun kemarin, sudah ada sekitar 40 kios yang berada di luar bangunan utama. Rampung digarap dan telah ditempati. Pedagang yang menempati kios-kios tersebut adalah para pedagang yang sebelumnya menempati Pasar Pon lama. Sifatnya saat ini penempatan sementara. Bila pasar rampung dibangun, akan ditata kembali penempatannya.
Pembangunan Pasar Bangsri baru telah memakan waktu lebih dari setahun. Dimulai sejak tahun 2018. Namun hingga saat ini pembangunannya belum selesai. Bahkan pembangunannya sempat terhenti tahun 2020 akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di Jepara. Tahun kemarin dilanjutkan lagi pembangunannya dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar dari APBD Kabupaten Jepara.
Sejauh ini anggaran yang telah terpakai baru sekitar Rp 40 miliar. Tahun 2018 dikucur Rp 11 miliar, 2019 Rp 24 miliar, dan 2021 Rp 5 miliar. Sementara proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pasar itu sekitar Rp 80 miliar. (war) Editor : Ali Mustofa