Tahun ini, sudah mulai proses penyusunan detail engineering design (DED). ”Rapat terakhir dengan kementerian, DED sudah jadi. Terminal tersebut akan menghadap ke selatan,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Trisno Santosa.
Menurutnya, yang mendesak dikerjakan untuk tahun ini adalah menyelesaikan proses penyerahan aset dari daerah ke pusat. Berupa penandatanganan berkas berita acara alih aset Pemkab Jepara ke pemerintah pusat. Sehingga, bila itu beres, harapannya awal tahun depan sudah mulai bisa dibangun terminalnya.
“Sebelum jabatan Bupati Jepara selesai, harapannya sudah clear semua penyerahan asetnya,” tandas Trisno Santosa.
Rencananya Terminal Jepara akan ditingkatkan pula menjadi bangunan tiga lantai. Potensi pelayanan terminal di Jepara menurutnya cukup memenuhi standar regulasi. Di mana ada sekitar 150 kendaraan antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) di Jepara. Program peningkatan status terminal itu se-Indonesia hanya dua untuk tahun ini dan tahun depan. Yakni Jepara dan Purworejo.
Bila terminal itu telah terbangun, nantinya juga disediakan lapak khusus bagi para pedagang. Namun, bentuknya berbeda dengan yang ada saat ini. Selain itu, barang dagangannya pun tidak boleh seragam untuk menghindari persaingan antarpedagang. “Harapannya jual berbeda-beda. Untuk daerah harapannya bisa memberdayakan masyarakat Jepara. Sehingga memiliki nilai manfaat untuk daerah,” terangnya. (war) Editor : Ali Mustofa