Wahana itu tepat berada di samping ruang serbaguna Pantai Bandengan. Menurut pantauan waratwan, wahana itu telah ditumbuhi banyak rumput liar. Di loket, tampak kaca telah berdebu. Didalamnya terdapat bangunan yang atapnya juga ditumbuhi tanaman liar. Selain rumput liar, di beberapa bagian permainan tampak cat telah pudar. Beberapa juga telah hilang warnanya. Sementara itu di sepanjang jalan wahana tidak tampak jalan asli melainkan rumput liar. Memenuhi pandangan.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nur Zukhruf mengaku pihaknya berharap untuk tahun 2022 akan ada banyak pengunjung yang datang. Sehingga pariwisata dan tempat permainan bisa didatangi banyak pengunjung.
Tahun ini pihaknya mendapat target yang cukup besar. “Tahun 2020, pariwisata kita hancur-hancuran. 2021 sempat ada refocusing anggaran. Untuk 2022 ada target Rp 4,2 milyar untuk pendapatan pariwisata,” jelasnya.
Sembari waspada dengan varian baru omicron, ia berharap untuk tahun ini pariwisata akan membaik secara umum.
Pengelola Pantai Bandengan Kamal mengatakan pihaknya masih menanti kondisi wisata secara menyeluruh. “Untuk wahana itu memang dulu sempat ramai, karena covid akhirnya tutup,” jelasnya.
Untuk penggunaan kembali, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan merinci. “Yang pasti akan kita coba fungsikan lagi tahun ini, ungkapnya.
Kamal menjelaskan, dulunya wahana itu merupakan fasilitas tambahan bagi pengunjung. Untuk menambah pilihan wisata. Meski begitu, pantai menjadi pilihan yang paling hingga untuk saat ini. “Yang dicari di Bandengan lebih ke pantainya,” ungkapnya.
Dulunya wahana tersebut membuka kesempatan bagi pengunjung untuk bermain ATV. Sekali main diberi waktu 15 menit sampai 20 menit. Harga yang perlu dirogoh Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.
“Memang dulu (wahana itu, Red) sempat ramai,” jelas Kamal. (nib/him) Editor : Ali Mustofa