Dari pantauan wartawan menjelang pukul 11 kemarin, gerbang utama pantai Kartini sudah dipadati pengunjung. Tampak motor dan mobil mengantre sepanjang 15 meter nyaris mencapai gerbang pelabuhan. Di gerbang pintu keluar, lima bus pariwisata plat K berjejer dengan mesin yang menyala. Sementara itu di dalam area wisata, tampak orang orang berfoto, menaiki kereta mini, serta makan di kawasan kuliner.
Joko Wahyu, pengelola pantai Kartini mengaku pihaknya telah menerima pengunjung sekitar empat ribu.
Jumlah ini belum mencapai 50 persen kapasitas yang disediakan yakni sepuluh ribu. Pihaknya mewajibkan pengunjung menggunakan kartu vaksin sebelum masuk serta masker. "Prokes menjadi syarat," imbuhnya.
Mularsih, wisatawan asal Demak berangkat dari Demak sejak pukul 8 pagi dan baru tiba pukul 12 siang. Pihaknya ingin berwisata sekaligus melepas penat. Sebelumnya ia tidak pergi karena anjuran pembatasan. Dalam perjalanan, ia menghadapi macet di area Mijen.
Sulastri, wisatawan asal Sragen berangkat lebih pagi. Dari Sragen, ia berangkat pukul tujuh dan baru sampai sekitar pukul 12 siang. Setelah mengunjungi pantai Kartini, ia berencana mengunjungi pulau panjang dan pantai Bandengan. Ia mengaku sudah vaksin dan tidak bermasalah dengan kerumunan.
AKBP Warsono, Kapolres Jepara bersama timnya ikut bersiaga. Sambil berpatroli, pihaknya mengingatkan pengunjung untuk mengenakan masker. Ia juga menawarkan pelayanan vaksin kepada pengunjung yang belum vaksin.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nur Zukhruf mengaku, pariwisata di Jepara sempat anjlok pada tahun 2020.
Karena pandemi, tidak ada pergerakan dari pariwisata sama sekali. Pada tahun itu hanya membuka selama dua bulan untuk lokasi wisata. Sementara itu 2021, sudah mulai ada pergerakan meskipun tidak siginifikan. Untuk tahun 2022, pihaknya berharap akan naik, dengan tetap waspada dengan varian baru. (nib) Editor : Kholid Hazmi