Menurut keterangan Wiwid, warga Perum Griya Marina, banjir mencapai lutut orang dewasa. Tak jauh dari lokasi banjir, Jawa Pos Radar Kudus menemukan rumah tepat di belakang perumahan PLTU. Rumah tersebut masih digenangi air. Salviyah, pemilik rumah tersebut mengungkapkan banjir ini baru terjadi tiga tahun ini. "Sebelumnya ndak. Tahun ini paling parah," ungkapnya.
Ia menceritakan, hujan semalam (3/12) dimulai dari pukul 00.00. "Saya tidak bisa tidur karena takut ada apa apa. Terus jam 12 malam hujan. Paginya jam 11 ini sampai selutut. Ini barusan saya bersihkan karena sampai dapur," jelasnya.
Siti, warga Perum Griya Marina mengungkapkan dia juga menghadapi banjir selutut ini. Tak hanya itu, ia memperlihatkan air PAM untuk sehari-hari juga berwarna coklat setelah banjir. "Kalau tadi, banjir airnya sampai kemerahan ya betul. Ini saja airnya PAM coklat," kata dia.
Terpisah, DPUPR melalui Kabid Pengairan Agus mengungkapkan pihaknya baru mengupayakan pompa di Tambaksari.
"Kami baru ada satu pompa itu ada di Tambaksari. Terakhir itu juga ada dari APBD di Kaliwiso, namun masih dalam perbaikan," jelas Agus baru-baru ini.
Kepada wartawan ia juga mengungkapkan, menjelang musim hujan ini pihaknya terus memeriksa sumbatan yang terjadi di lokasi bencana. (nib) Editor : Saiful Anwar