Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Disdukcapil Jepara Buka Pelayanan Konsolidasi, NIK Tak Bisa Diakses

Ali Mustofa • Senin, 25 Oktober 2021 | 17:54 WIB
ANTRE: Pembukaan layanan konsolidasi NIK pada gerai vaksinasi dan kantor Disdukcapil Jepara belum lama ini. (DISDUKCAPIL JEPARA FOR RADAR KUDUS)
ANTRE: Pembukaan layanan konsolidasi NIK pada gerai vaksinasi dan kantor Disdukcapil Jepara belum lama ini. (DISDUKCAPIL JEPARA FOR RADAR KUDUS)
JEPARA – Masih dijumpai permasalahan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) warga tak bisa diakses saat pelayanan vaksinasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara membuka pelayanan konsolidasi NIK untuk layanan publik lainnya.

Plt. Kepala Disdukcapil, Dwi Riyanto mengatakan layanan konsolidasi NIK ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan capaian vaksin Covid-19 di Jepara. Pihaknya mendapati laporan  warga yang tidak bisa vaksinasi karena NIK tidak ditemukan oleh petugas pendaftar vaksinasi.

“Kasihan, mereka sudah jauh-jauh datang dan antre, tetapi NIK bermasalah. Untuk itu, agar kendala NIK tersebut tidak terjadi, kami menerjunkan tim di lokasi vaksinasi yang akan kerja sama dengan petugas pendaftar vaksinasi. Tugas mereka mengkonsolidasikan jika ada NIK warga yang tidak ditemukan atau tidak sesuai di database petugas vaksin," kata Dwi Riyanto.

Ditambahkan, konsolidasi NIK adalah proses penyelarasan data NIK dengan Pusat Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Setelah dikonsolidasi, NIK warga akan aktif maksimal 1 X 24 jam.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kabupaten Jepara, Wahyanto berharap warga tidak resah jika NIK-nya tidak bisa digunakan untuk mengakses pelayanan publik.

"NIK tersebut sebenarnya tidak bermasalah, tetapi perlu diselaraskan dan dikonsolidasikan ke pusat. Kami sudah biasa melakukan konsolidasi ratusan NIK tiap hari, apalagi pada musim vaksinasi seperti saat ini. Caranya juga sangat mudah, warga bisa datang ke kantor atau menghubungi via whatsapp 0811-2600-335," kata Wahyanto.

Agar tidak terjadi permasalahan dalam penerbitan sertifikat vaksin, setelah NIK dikonsolidasi Disdukcapil, warga disarankan melapor secara mandiri  ke hotline Kementerian Kesehatan di nomor 119 atau 1500567. Laporan juga bisa disampaikan melalui email sertifikat@pedulilibdungi.id.

Dijelaskan, selain untuk keperluan vaksinasi, warga juga bisa mengkonsolidasikan NIK-nya jika tidak bisa digunakan untuk layanan publik lainnya. Seperti pengurusana jaminan kesehatan nasional (JKN), perbankan, surat izin mengemudi (SIM), bantuan sosial, pendidikan, dan layanan lain. Editor : Ali Mustofa
#jepara #disdukcapil jepara #NIK tak bisa diakses