Rencananya, proses renovasinya bisa segera dimulai akhir Oktober mendatang. ”Syukur-syukur bisa lebih cepat. Nantinya prioritas untuk renovasi bangunan yang rusak tertimpa pohon,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kabid Destinasi Pariwisata Nur Zuhruf.
Sebelumnya diberitakan sebuah pohon dengan ketinggian lebih dari sepuluh meter yang dikeramatkan warga di kompleks petilasan Ratu Kalinyamat Desa Tulakan, Donorojo ambruk (17/2) lalu. Akibatnya, bangunan itu mengalami kerusakan bagian musala, aula, dan toilet.
Juru kunci petilasan Ratu Kalinyamat, Mukhlisin mengatakan pohon tersebut merupakan jenis pohon winong. Ia memperkirakan usianya mencapai ratusan tahun. Pohon tersebut dikeramatkan oleh warga lantaran usianya yang mencapai ratusan tahun. Selain itu karena lokasinya berada di kompleks petilasan Ratu kalinyamat.
Dari pantauan di lapangan, saat ini pohon yang sempat roboh itu telah didirikan kembali. Namun, yang berdiri tidak seluruh bagian pohon. Melainkan menyisakan bagian akar dan batang beberapa meter saja. Bagian pohon lainnya telah dipotong-potong dan disusun di salah satu sudut kompleks petilasan. Bangunan yang rusak pun saat ini telah dibersihkan dan diratakan.
Sementara pengunjung petilasan saat ini masih ramai. ”Saat malam 7 Suro masih ramai. Pengunjungnya bisa dari mana-mana. Ada yang dari Jawa maupun luar Jawa,” jelasnya. Editor : Ali Mustofa