Dari jumlah total kuota yang dibuka pada SMPN itu, hanya terisi sebagian. Jadi, kuotanya tak terpenuhi. Jumlahnya variatif. Ada yang kurang satu siswa. Namun, adapula kurang hingga 60 siswa.
Menyikapi itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara memperkenankan sekolah tersebut membuka PPDB gelombang kedua. ”Sistemnya offline. Tidak ada batasan waktunya. Kalau sudah terpenuhi baru ditutup,” terang Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono.
Ia menyebut, kondisi tersebut lumrah terjadi setiap tahun. Terutama di sekolah yang ada di daerah pinggiran Jepara. Faktornya beragam. Mulai dari anak-anak di dekat sekolah tersebut lebih memilih sekolah lain, adapula memang jumlah anak di daerah tersebut terbatas.
Untuk itu, ia menegaskan pendaftaran SMP negeri tersebut selalu dibuka. ”Kalau kurang siswa, ya tetap dibuka pendaftaran. Yang penting anak itu sekolah,” ungkapnya.
Teknis pendaftarannya tak lagi mengutamakan zonasi, afirmasi, prestasi, maupun mutasi. Semua anak berhak mendaftar. ”Tujuan pemerintah itu mencerdaskan. Yang dosa kami bila ada anak usia sekolah, namun tidak sekolah,” tegasnya.
Sebelumnya, PPDB tingkat SMP negeri di Jepara telah berlangsung mulai Rabu (16/6) hingga Selasa (22/6). Jumlahnya ada 39 SMP negeri. Sebanyak 36 SMP negeri menggelar PPDB online. Sedangkan tiga SMP lain PPDB secara manual. Yaitu SMPN 1 Karimunjawa, SMPN 2 Karimunjawa, dan SMPN 4 Kembang.
Sedangkan di PPDB gelombang kedua nanti, sistemnya sama. Yaitu digelar secara manual. Calon peserta didik datang langsung ke sekolah untuk mendaftar. (rom/lin) Editor : Ali Mustofa