Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang Penuh Antusiasme Warga di Kawasan Tugu Muda

Anita Fitriani • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:44 WIB
Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang
Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang

SEMARANG — Kawasan Monumen Tugu Muda kembali menjadi pusat penghormatan bagi perjuangan rakyat Semarang melalui Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang 2026.

Kegiatan yang digelar pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, itu menghadirkan upacara, pembacaan cukilan sejarah, lagu perjuangan, serta pertunjukan fragmentasi teater yang menggambarkan peristiwa bersejarah pada Oktober 1945.

Peringatan tahun ini menjadi momen ke-81 sejak pertempuran tersebut terjadi.

Warga dari berbagai lapisan usia memadati kawasan Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti untuk menyaksikan rangkaian acara yang digelar sejak pukul 18.00 WIB.

Baca Juga: BGN Tetapkan Tutup Permanen 2 Dapur MBG di Jawa Tengah, Penerima Akan Dilayani SPPG Pengganti

Suasana khidmat terasa sejak upacara dimulai, sebelum berlanjut pada pementasan teater yang menjadi daya tarik utama malam itu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak masyarakat meneladani semangat para pejuang.

Ia menyatakan bahwa Pertempuran Lima Hari merupakan bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada tahun 1945.

Nilai keberanian, pengabdian, dan tanggung jawab para pejuang diyakini masih relevan untuk diwariskan kepada masyarakat saat ini.

Baca Juga: Ruko Minuman di Sekaran Gunungpati Semarang Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Puncak acara diisi fragmentasi teater yang dibawakan oleh Teater Pitoelas dan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Pertunjukan tersebut memperlihatkan cuplikan suasana pertempuran, termasuk perlawanan pemuda dan warga Semarang terhadap tentara Jepang di sekitar Tugu Muda. 

Kehadiran tokoh Bambang Soeprapto dalam pementasan tahun ini juga menjadi salah satu penanda bahwa kisah perjuangan terus dikemas secara lebih hidup dan dekat dengan penonton.

Selain teater, peringatan tersebut juga memuat pembacaan cukilan sejarah serta penyajian lagu-lagu perjuangan.

Baca Juga: WNA Ghana Overstay 216 Hari di Semarang, Imigrasi Ungkap Fakta Main Tarkam Berbayar

Rangkaian acara ditutup dengan harmoni musik dan pertunjukan kembang api yang menyemarakkan malam di kawasan bersejarah itu. 

Antusiasme warga terlihat dari kepadatan pengunjung yang menyaksikan pertunjukan hingga rangkaian acara berakhir.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Kota Semarang memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda sejak pukul 17.00 WIB.

Penutupan sebagian kawasan tersebut dilakukan agar upacara dan pementasan teater dapat berlangsung aman serta nyaman bagi ribuan pengunjung yang hadir.

Baca Juga: Gedung Perusahaan Kerajinan di Kaligawe Semarang Dilalap Api

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang 2026 tidak hanya berhenti pada malam renungan dan pementasan teater.

Pemerintah Kota Semarang juga menyelenggarakan pameran arsip bertajuk “Dari Semarang Kita Mulai” pada 14–20 Oktober 2026 di Lawang Sewu dan Rumah PoHan.

Pameran itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal jejak perjuangan melalui dokumen dan benda sejarah.

Melalui peringatan ini, kisah Pertempuran Lima Hari diharapkan tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber semangat bagi warga Semarang.

Keberanian para pejuang, gotong royong masyarakat, serta kesediaan mempertahankan kemerdekaan menjadi pesan utama yang ingin diwariskan kepada generasi penerus.

Peringatan tahun ini menegaskan bahwa sejarah Semarang bukan hanya milik masa lampau.

Ia terus hidup melalui ruang publik, seni teater, arsip, serta kesadaran warga untuk menjaga nilai perjuangan di tengah kehidupan masa kini. (*) 

Editor : Ali Mustofa
Pertempuran Lima Hari Semarang Peringatan Pertempuran Lima Hari Semarang Teatrikal Pertempuran Lima Hari semarang hari ini tugu muda semarang