JEPARA – Jawa Tengah mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026.
Hingga awal Oktober, sebanyak 19,6 juta warga telah mendapatkan layanan tersebut.
Capaian ini menjadi sorotan saat Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau layanan kesehatan di Balai Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Jepara.
Secara nasional, CKG telah melayani 105.073.600 peserta dari target 130.344.650 jiwa pada 2026. Jumlah pendaftar mencapai 109.926.551 jiwa. Jawa Tengah menempati posisi teratas dengan 19,6 juta peserta, disusul Jawa Timur sebanyak 18.042.903 peserta dan Jawa Barat 14.220.045 peserta.
Capaian tersebut tidak lepas dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang menghadirkan layanan dokter spesialis lebih dekat ke wilayah masyarakat.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyampaikan, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dokter spesialis.
Speling pertama kali diluncurkan di Jepara, tepatnya di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan.
Di Kabupaten Jepara, program tersebut telah menjangkau 38 dari 47 desa sasaran.
CKG Jepara Menjangkau 107 Titik
Di Kabupaten Jepara, pelaksanaan CKG direncanakan berlangsung di 161 titik. Hingga saat ini, sebanyak 107 titik telah melaksanakan program tersebut.
Kunjungan Wamenkes ke Jepara menjadi bagian dari peninjauan pelaksanaan layanan kesehatan sekaligus evaluasi penanganan tuberkulosis (TBC).
Rombongan juga melihat upaya skrining dan penelusuran kasus TBC, termasuk dukungan pemeriksaan menggunakan alat near point-of-care (NPOC).
Pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 51 unit alat rontgen dialokasikan untuk Jawa Tengah.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat pemeriksaan dan penemuan kasus penyakit yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jepara Dapat Alokasi 22 Alat NPOC
Penguatan penanganan TBC di Jepara turut didukung alokasi 22 unit alat NPOC.
Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu pemeriksaan dalam upaya menemukan kasus TBC secara lebih cepat.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, penelusuran kasus TBC di daerahnya memiliki target 3.000 orang.
Hingga saat ini, sebanyak 1.900 orang telah terdeteksi dalam proses tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong penemuan kasus agar warga yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh layanan kesehatan.
Dukungan alat pemeriksaan dan penguatan skrining diharapkan memperkuat upaya tersebut.
Selain pemeriksaan, pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi kader TBC.
Kader direncanakan memperoleh insentif Rp500 ribu per bulan dari Kementerian Kesehatan. Saat ini, proses penerbitan surat keputusan (SK) masih berjalan.
Revitalisasi RSUD RA Kartini Rp118 Miliar Menunggu Realisasi
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau sejumlah layanan di RSUD RA Kartini Jepara, termasuk catlab, kemoterapi, dan instalasi gawat darurat (IGD).
Direktur RSUD RA Kartini Hadi Sarwoko menjelaskan, rumah sakit tipe B tersebut menjadi salah satu rujukan utama di Jepara.
Rumah sakit memiliki kapasitas 338 tempat tidur dan didukung 1.030 tenaga kesehatan.
RSUD RA Kartini telah masuk dalam program revitalisasi Kementerian Kesehatan dengan nilai sekitar Rp118 miliar.
Saat ini, pihak rumah sakit tinggal menunggu pelaksanaan realisasi program tersebut.
Revitalisasi diharapkan memperkuat kapasitas layanan rumah sakit, termasuk pengembangan IGD yang saat ini memiliki 23 tempat tidur.
Selain itu, terdapat kebutuhan pengembangan fasilitas MRI dan layanan lainnya untuk menunjang pelayanan pasien.
Layanan Spesialis Karimunjawa Diharapkan Lebih Sering
Perhatian juga diarahkan pada layanan kesehatan di Karimunjawa.
Sejak 2024, Kementerian Kesehatan telah mendukung pelayanan kesehatan keliling dengan menghadirkan dokter spesialis, di antaranya spesialis kandungan dan anak, sekitar tiga kali dalam setahun.
Bupati Jepara berharap frekuensi pelayanan tersebut dapat ditingkatkan menjadi empat hingga enam kali per tahun.
Penambahan frekuensi layanan diharapkan membantu masyarakat kepulauan memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis.
Rangkaian kegiatan ditutup di Pendapa Jepara dengan deklarasi Desa Siaga TBC.
Acara tersebut dihadiri Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Bupati Jepara Witiarso Utomo, serta anggota DPR RI Abdul Wachid.
Editor : Ali Mustofa