Gus Ipul Ajak RT/RW Data Warga Miskin yang Belum Masuk Bansos

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 18:38 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
 Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

SEMARANG – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para ketua RT dan RW di Kota Semarang, Jawa Tengah, turut berperan aktif mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial (bansos), tetapi belum tercatat dalam basis data pemerintah.

Seruan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam kegiatan bertajuk Data Akurat, Sasaran Tepat: Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kota Semarang, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak para ketua RT/RW menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang membantu warga mendaftar dan memperbarui data perlindungan sosial melalui layanan digital.

Gus Ipul menilai, ketua RT dan RW memiliki posisi penting dalam proses pendataan karena berhubungan langsung dengan masyarakat serta mengetahui kondisi sosial ekonomi warga di wilayahnya.

“Yang paling tahu warga itu adalah para RT/RW,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Ia mengungkapkan, masih terdapat keluarga yang layak mendapatkan bantuan pemerintah, tetapi belum tercatat sebagai penerima bansos. Oleh sebab itu, pembaruan data secara berkala diperlukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Menurut Gus Ipul, pemerintah terus mengembangkan konsolidasi dan digitalisasi data perlindungan sosial. Melalui sistem tersebut, masyarakat bisa mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan, sedangkan penilaian kelayakan tetap dilakukan berdasarkan mekanisme yang berlaku.

Meski demikian, akses terhadap layanan digital belum bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Sebagian warga masih menghadapi kendala, mulai dari tidak memiliki telepon seluler hingga keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi digital.

Dalam situasi tersebut, peran RT/RW dibutuhkan untuk mendampingi warga dalam proses pendaftaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi belum masuk dalam sistem pendataan pemerintah.

Gus Ipul juga memperkenalkan gerakan yang disebut Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dengan mendorong masyarakat lebih peka terhadap kondisi warga di lingkungan sekitarnya.

Melalui keterlibatan RT/RW dan masyarakat, pemerintah berharap pendataan penerima bansos semakin akurat. Dengan demikian, warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses perlindungan sosial tanpa terhambat persoalan administrasi maupun keterbatasan akses digital.

 

Editor : Mahendra Aditya
GusIpul BantuanSosial BeritaTerkini bansos kemensos