Kabar Duka, KH Muhammad Adnan Wafat, Mantan Ketua PWNU Jawa Tengah Dua Periode

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:56 WIB
KH Muhammad Adnan merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah yang memimpin organisasi tersebut selama dua periode.
KH Muhammad Adnan merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah yang memimpin organisasi tersebut selama dua periode.

SEMARANG – KH Muhammad Adnan merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah yang memiliki perjalanan panjang di bidang pendidikan, pesantren, akademik, dan organisasi. Ia dikenal sebagai mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah yang memimpin organisasi tersebut selama dua periode.

KH Muhammad Adnan wafat pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. Jenazahnya kemudian disemayamkan di kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan Semarang, pesantren yang diasuhnya. Ia dijadwalkan dimakamkan pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB.

KH Muhammad Adnan Lahir di Semarang

KH Muhammad Adnan lahir di Semarang pada 16 September 1960. Perjalanan pendidikannya diawali dari lingkungan pesantren.

Dalam sebuah kajian akademik mengenai suksesi kepemimpinan Muktamar NU ke-33, disebutkan bahwa Muhammad Adnan pernah menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren Darun Nasiin, Malang, Jawa Timur.

Latar belakang pesantren tersebut kemudian berpadu dengan pendidikan akademik yang ditempuhnya hingga ke luar negeri. Ia dikenal sebagai akademisi bidang ilmu politik dari kalangan santri.

Pendidikan KH Muhammad Adnan

Setelah menempuh pendidikan pesantren, Muhammad Adnan melanjutkan pendidikan tinggi dan memperdalam ilmu politik.

Ia memperoleh gelar master bidang perbandingan politik dari Hiroshima University, Jepang. Setelah itu, ia berkiprah sebagai akademisi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Pada 2015, sumber akademik mencatat Muhammad Adnan tengah menempuh program doktoral ilmu politik di Universitas Diponegoro. Pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan intelektualnya sebagai tokoh NU yang memiliki latar belakang pesantren sekaligus akademik.

Baca Juga: Citra Pesantren Tercoreng, PWNU Jateng Minta Penanganan Kasus Pati Transparan

Perjalanan Organisasi NU

Sebelum menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah, Muhammad Adnan aktif dalam organisasi kader NU. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua IPNU Jawa Tengah dan Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam perjalanan organisasinya hingga dipercaya memimpin PWNU Jawa Tengah.

Menurut NU Online Jateng, Muhammad Adnan menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2008–2013. Sementara pemberitaan lain di NU Online Jateng menyebut rentang kepemimpinannya sebagai 1999–2013. Untuk penulisan berita, periode dua masa kepemimpinan 2003–2013 menjadi keterangan yang paling spesifik karena mencantumkan pembagian periodenya.

Baca Juga: PCNU Sekadau Bawa Dokumen dan Uang ke KPK, Ada Apa dengan Muktamar NU?

KH Muhammad Adnan dan Pondok Pesantren Kebangsaan

Selain aktif di NU dan dunia akademik, KH Muhammad Adnan juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Kebangsaan Semarang.

Pesantren tersebut berada di Jalan Mulawarman Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Pondok Pesantren Kebangsaan menjadi salah satu bagian penting dari pengabdian Muhammad Adnan di bidang pendidikan Islam. Pesantren tersebut juga menjadi tempat jenazahnya disemayamkan sebelum dimakamkan.

Meski demikian, data mengenai tahun berdirinya Pondok Pesantren Kebangsaan, sejarah awal pendirian, serta perkembangan jumlah santri belum banyak dipublikasikan dalam sumber terbuka yang dapat diverifikasi. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya tidak ditulis secara spekulatif dan perlu dikonfirmasi kepada keluarga atau pengurus pesantren.

Pernah Masuk Bursa Ketua Umum PBNU

Nama KH Muhammad Adnan juga pernah muncul dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015.

Saat itu, ia disebut sebagai mantan Ketua PWNU Jawa Tengah yang kemudian menjabat Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Latar belakang sebagai akademisi ilmu politik dari kalangan santri menjadi salah satu karakter yang melekat pada dirinya.

Pencalonan tersebut menunjukkan bahwa kiprah Muhammad Adnan tidak hanya dikenal di tingkat Jawa Tengah, tetapi juga mendapat perhatian dalam dinamika kepemimpinan NU di tingkat nasional.

Warisan KH Muhammad Adnan

KH Muhammad Adnan meninggalkan perjalanan pengabdian yang memadukan tiga dunia sekaligus, yakni pesantren, akademik, dan organisasi NU.

Dari pesantren, ia mendapatkan fondasi keagamaan. Pendidikan tinggi di Jepang dan Universitas Diponegoro memperkaya perspektif akademiknya, sedangkan perjalanan panjang di IPNU, PMII, hingga PWNU membentuk pengalaman organisasinya.

Bagi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, KH Muhammad Adnan merupakan salah satu tokoh yang pernah memimpin organisasi selama lebih dari satu dekade. Sementara bagi dunia pendidikan Islam, keberadaan Pondok Pesantren Kebangsaan menjadi bagian dari jejak pengabdiannya.

Kepergian KH Muhammad Adnan pada usia 66 tahun menjadi kehilangan bagi keluarga, kalangan pesantren, akademisi, dan warga Nahdliyin di Jawa Tengah.

Baca juga: Riwayat KH Muhammad Adnan, mantan Ketua PWNU Jawa Tengah dua periode, dari pesantren hingga menjadi akademisi dan tokoh NU. (*)

Editor : Zainal Abidin RK
KH Muhammad Adnan pwnu jateng