Pria Lerai Perkelahian di Cafe Malah Dikroyok, CCTV Utuh Ungkap Kronologi Sebenarnya

Anita Fitriani • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:19 WIB
Ilustrasi orang berkelahi
Ilustrasi orang berkelahi

SEMARANG — Seorang pengunjung kafe di Jalan Veteran, Semarang, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan usai berupaya melerai perkelahian yang terjadi di area parkir sebuah kafe pada awal Agustus 2026, namun kasus ini kembali mencuat pada September 2026 setelah rekaman CCTV utuh menunjukkan versi berbeda dari kronologi yang sebelumnya beredar.

Insiden yang awalnya viral di media sosial itu kini berujung saling lapor ke Polrestabes Semarang antara pihak pengacara yang mengaku dianiaya dan pengunjung kafe yang merasa jadi korban saat mencoba mendamaikan situasi.

Kronologi kejadian bermula dari cekcok antar-pengunjung di dalam kafe yang kemudian merambat ke area parkir dan berubah menjadi aksi saling pukul.  

Baca Juga: Overstay Hampir Setahun, Mahasiswa Asal Timor Leste di Semarang Dikenai Sanksi Deportasi

Seorang pengacara berinisial MHR disebut terlibat dalam perkelahian tersebut, sementara seorang pengunjung lain berinisial Nathan yang baru keluar dari kafe melihat keributan dan berusaha melerai.  

Menurut kuasa hukum Nathan, rekaman CCTV utuh menunjukkan Nathan datang ke tengah kerumunan bukan untuk menyerang, melainkan berupaya memisahkan pihak-pihak yang saling memukul dengan cara merangkul dan menarik mundur agar tidak terjadi korban lebih lanjut.

Namun, alih-alih dihargai, Nathan justru diduga menjadi sasaran pengeroyokan setelah berhasil meredam perkelahian.  Kuasa hukumnya menyebut pelipis mata Nathan terluka dan kacamata yang dikenakannya hancur akibat serangan di tengah kekacauan.  

Atas kejadian itu, Nathan bersama kuasa hukumnya melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polrestabes Semarang sebagai laporan balik, setelah sebelumnya ia dilaporkan terkait dugaan pengeroyokan terhadap pengacara MHR.  

Baca Juga: Tidak Ramah Melayani, Petugas BRT Trans Semarang Minta Maaf dan Kena PHK

Pihak pelapor menilai potongan video yang sempat beredar tidak memperlihatkan konteks utuh kejadian, sehingga mereka mendesak penyidik memeriksa rekaman CCTV secara lengkap untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Di sisi lain, pengacara MHR sebelumnya melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melerai keributan di kafe yang sama, dengan keterangan bahwa ia dicekik dari belakang hingga pingsan, lalu diinjak-injak dan ditendang oleh sejumlah orang yang disebut dalam kondisi mabuk.

Laporan itu telah diregistrasi oleh kepolisian dan memasuki tahap penyelidikan, dengan rencana gelar perkara untuk memanggil saksi, korban, dan terlapor.  

Polrestabes Semarang membenarkan adanya laporan dan menyatakan akan mengumpulkan keterangan serta bukti, termasuk rekaman CCTV, sebelum menentukan langkah penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Gelombang Panas Melanda Semarang, Kota Ini Kini Terpanas di Indonesia

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan kompleksitas pembuktian ketika versi awal yang viral ternyata berbeda setelah rekaman utuh dibuka ke publik.

Kedua pihak kini sama-sama menempuh jalur hukum, sementara penyidik diharapkan dapat mengungkap kronologi secara objektif berdasarkan bukti visual dan keterangan saksi di lokasi.  (*) 

Editor : Ali Mustofa
kasus kafe Semarang berita jateng semarang hari ini berita semarang cctv