Nobar Timnas di Gubernuran, Rezeki Pedagang Kecil Ikut Mengalir

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:07 WIB
LARIS: Pedagang kaki lima mendapatkan banyak pesanan di sekitaran nobar di area gubernuran Jawa Tengah tadi malam.
LARIS: Pedagang kaki lima mendapatkan banyak pesanan di sekitaran nobar di area gubernuran Jawa Tengah tadi malam.

SEMARANG – Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (28/9/2026), tidak hanya menyuguhkan ketegangan pertandingan dan kemeriahan dukungan terhadap skuad Garuda. Bagi sejumlah pedagang kecil, gelaran nonton bareng (nobar) tersebut juga menjadi kesempatan mendulang rezeki.

Puluhan pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka menyediakan beragam makanan dan minuman yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

Aneka kuliner mulai dari bakso, tahu gimbal, mi, ketoprak, soto, nasi angkringan, gorengan, wedang ronde, kopi hingga berbagai minuman dingin dan hangat disiapkan untuk melayani ribuan penonton yang memadati halaman Kantor Gubernur Jateng.

Bagi para pedagang, kegiatan tersebut menjadi momentum yang cukup berarti. Pesanan dalam jumlah besar membuat dagangan yang dibawa ke lokasi cepat habis.

Salah satunya dialami Susilowati, penjual wedang ronde. Ia menyiapkan 150 porsi khusus untuk acara nobar malam itu. Tak disangka, seluruh dagangannya ludes hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

"Kalau hari biasa, jualan mulai pukul 19.00 sampai 02.00 kadang tidak habis dan sisanya dibawa pulang," ujar Susilowati saat ditemui di sela acara.

Pedagang yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Pramuka, Jalan Pahlawan, Semarang, itu mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Kondisi usaha yang belakangan cenderung sepi membuat pesanan dalam jumlah besar menjadi tambahan pemasukan yang cukup berarti.

Bahkan, Susilowati sudah dua kali mendapatkan pesanan untuk kegiatan nobar di Kantor Gubernur Jateng.

"Ini luar biasa, apalagi jualan lagi agak sepi akhir-akhir ini. Kadang untuk modal lagi juga kurang. Alhamdulillah sudah dua kali ini dibooking untuk acara nonton bareng. Ini rezeki dari Pak Luthfi," katanya.

Susilowati sendiri telah menjalani usaha tersebut sejak 2014. Baginya, kesempatan seperti ini bukan hanya soal mendapatkan pemasukan tambahan, tetapi juga membantu mempertahankan usaha yang menjadi sumber penghasilan keluarga.

Hal serupa dirasakan Susi, pemilik Angkringan Om Yanto. Dalam kegiatan nobar tersebut, ia mendapatkan pesanan makanan senilai Rp 2 juta.

Nilai pesanan tersebut jauh lebih besar dibandingkan omzet kotor hariannya yang rata-rata berada di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.

"Ini tadi dapat pesanan Rp 2 juta. Senang banget UMKM kaki lima bisa digandeng. Untuk saya sudah beberapa kali dibooking kalau ada acara seperti ini," ujar Susi.

Sehari-hari, Susi berjualan di depan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Semarang, mulai pukul 16.00 hingga 02.00. Menurutnya, keterlibatan pedagang kecil dalam kegiatan pemerintah memberikan peluang tambahan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pesanan dalam jumlah besar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno. Keduanya turut membaur dengan masyarakat dan menyaksikan pertandingan secara lesehan di tengah kerumunan penonton.

Ahmad Luthfi mengatakan, nobar Timnas Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan skuad Garuda. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang bagi UMKM dan pedagang kecil agar ikut mendapatkan manfaat ekonomi.

"Ada UMKM, ada makanan yang semua kita sediakan dan sajikan untuk anak-anak, teman-teman, dan saudara-saudara. Kita gratiskan," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, Kantor Gubernur Jawa Tengah merupakan Rumah Rakyat. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat datang, berinteraksi, serta menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa sekat formalitas.

Ia juga melihat olahraga, terutama sepak bola, memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat. Dukungan terhadap Timnas menjadi salah satu momentum untuk membangun kebersamaan dan rasa persatuan.

"Masyarakat bisa damai dan bisa menyampaikan aspirasi dengan kita tanpa kedudukan yang formal dan kita bisa menyatu dengan seluruh masyarakat. Tujuan adalah rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Nasionalisme bisa terbentuk dengan adanya sekadar nonton bersama-sama," ujarnya.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang datang bersama keluarga. Avanda Amytrias, misalnya, kembali menghadiri nobar tersebut bersama kedua anaknya, Omar dan Raffa.

Ia menilai kegiatan nobar di halaman Kantor Gubernur memberikan pengalaman berbeda karena masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama-sama dalam suasana yang terbuka dan meriah.

"Luar biasa. Apresiasi kepada Gubernur. Bagus banget acaranya, kalau bisa sering-sering ngadain acara seperti ini supaya euforia sepak bola warga Jawa Tengah lebih kenceng lagi," ujarnya.

Avanda mengatakan, dirinya sengaja mengajak anak-anak untuk merasakan langsung atmosfer dukungan terhadap Timnas. Selain melalui nobar, ia juga beberapa kali mengajak anaknya menyaksikan pertandingan di stadion.

Baginya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara mengenalkan kecintaan terhadap sepak bola kepada anak sejak usia dini.

Terkait pertandingan Indonesia kontra Malaysia, Avanda menyayangkan kartu merah yang diterima Thom Haye. Menurut dia, kondisi tersebut turut memengaruhi permainan Timnas karena harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

"Kita harapannya harus menang laga terakhir dan berharap Singapura menang lawan Malaysia. Kalau kita kalah, hanya peringkat kedua dan dapat perebutan tempat ketiga," katanya.

Di tengah riuhnya dukungan terhadap Timnas, nobar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah akhirnya menyisakan cerita yang lebih luas dari sekadar pertandingan sepak bola.

Ada pedagang kecil yang mendapatkan tambahan omzet, UMKM yang memperoleh pesanan dalam jumlah besar, keluarga yang menikmati kebersamaan, serta masyarakat yang bisa berbaur lebih dekat dengan pemerintah.

Dari lapangan sepak bola, semangat kebersamaan sekaligus bergerak menjadi peluang ekonomi bagi mereka yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari usaha kecil.

Editor : Zainal Abidin RK
Laga Timnas Gubernuran jawa tengah