Ahmad Luthfi Raih Penghargaan sebagai Penggagas Program Sekolah Kemitraan

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:11 WIB
SEMANGAT: Salah seorang siswa penerima manfaat, Noval Surya Saputra, turut hadir dalam malam penghargaan tersebut. Siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kemitraan. Hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Direktur Radar Kudus Baehaqi.
SEMANGAT: Salah seorang siswa penerima manfaat, Noval Surya Saputra, turut hadir dalam malam penghargaan tersebut. Siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kemitraan. Hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Direktur Radar Kudus Baehaqi.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan Jawa Pos Radar Semarang dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026.

Penghargaan diterima langsung Ahmad Luthfi dalam acara yang digelar di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat (25/9).

Program Sekolah Kemitraan yang dijalankan Pemprov Jateng saat ini melibatkan 139 sekolah swasta. Rinciannya, 56 SMA dan 83 SMK. Secara keseluruhan, sekolah-sekolah tersebut menyediakan 5.004 kursi bagi peserta didik.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 3.676 siswa tercatat telah diterima melalui program tersebut. Peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan dukungan biaya pendidikan yang ditanggung melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

Program itu menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dengan memanfaatkan daya tampung sekolah swasta, terutama di tengah keterbatasan kapasitas sekolah negeri.

Pada tahun ajaran yang sama, SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah menyediakan sekitar 231.724 kursi. Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat diperkirakan mencapai 567.500 siswa. Artinya, kapasitas sekolah negeri hanya mampu menjangkau sekitar 40,83 persen dari jumlah lulusan tersebut.

Ahmad Luthfi menyebut penghargaan yang diterimanya bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, apresiasi tersebut justru harus menjadi dorongan untuk terus melahirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan mendapatkan suatu piagam penghargaan bukan tujuan utama. Tetapi bagaimana penghargaan itu bisa memacu kita untuk membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Luthfi.

Dia menjelaskan, Sekolah Kemitraan dirancang untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut sekaligus diarahkan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan.

“Sekolah Kemitraan ini memang kita gagas dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia, bagaimana kita mereduksi angka kemiskinan dari sekolah,” katanya.

Pemprov Jateng, lanjut Luthfi, berencana memperluas cakupan program tersebut. Penguatan pendidikan vokasi juga akan dilakukan dengan mendorong keterhubungan antara sekolah dengan dunia usaha dan industri.

“Akan kita tambah lagi. Di tempat kita itu banyak sekolah vokasi. Kita tempelkan di perusahaan. Supaya pendidikan bisa dinikmati masyarakat, bisa mengubah hidup mereka sehingga bisa sejahtera,” ujarnya.

Salah seorang siswa penerima manfaat, Noval Surya Saputra, turut hadir dalam malam penghargaan tersebut. Siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kemitraan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas Program Kemitraan,” tutur Noval.

Selain Ahmad Luthfi, penghargaan dalam malam penganugerahan tersebut juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah. Mereka berasal dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang. (*)

Editor : Zainal Abidin RK
ahmad luthfii jateng sekolah kemitraan