Pemkot Luncurkan 27 Bus Listrik Trans Semarang, Operasional Dimulai Bertahap

Anita Fitriani • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:40 WIB
Bus Listrik Trans Semarang akan beroperasi bertahap (Foto: Tangkapan layar Tik Tok)
Bus Listrik Trans Semarang akan beroperasi bertahap (Foto: Tangkapan layar Tik Tok)

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan 27 unit bus listrik Trans Semarang dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).

Armada baru tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap pada 25 September 2026 untuk melayani Koridor I dengan rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron.

Peluncuran 27 bus listrik itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang memperkuat layanan transportasi publik yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan.

Armada tersebut dipersiapkan untuk menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Semarang melalui salah satu koridor utama Trans Semarang.

Bus listrik yang digunakan memiliki desain low deck dengan panjang sekitar 12 meter dan kapasitas hingga 60 penumpang.

Baca Juga: Diduga Halangi Ambulans, Pengemudi Mobil di Solo Dimintai Keterangan Polisi

Desain tersebut dibuat untuk mendukung kemudahan akses bagi penumpang, termasuk penyandang disabilitas dan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Armada bus listrik itu diproduksi melalui kolaborasi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dan PT Laksana Bus Manufaktur.

Sebelum digunakan dalam layanan reguler, bus telah melalui tahap uji coba untuk memastikan kesesuaian kendaraan dengan karakteristik rute serta kesiapan operasionalnya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pengadaan bus listrik merupakan bagian dari target peremajaan 132 unit armada dari total 284 armada Trans Semarang pada 2026.

Baca Juga: Jepang Membutuhkan Pengemudi, Pemprov Jateng Siapkan Calon Pekerja Terampil

Peremajaan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan yang menghasilkan emisi tinggi.

“Ini adalah gerakan lingkungan untuk mengurangi emisi di Kota Semarang,” kata Agustina dalam peluncuran bus listrik di Balai Kota Semarang, dikutip dari TribunJateng, Rabu (23/9/2026).

Menurut Agustina, penggunaan bus listrik diharapkan dapat memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat.

Kendaraan tersebut tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung selama beroperasi dan memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan bus konvensional.

Kehadiran bus listrik juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari transportasi publik.

Baca Juga: Lima Remaja Jambret di Kaliwungu Semarang, Tiga di Antaranya Diamuk Massa

Masyarakat dapat melihat secara langsung keandalan armada tersebut dalam melayani perjalanan penumpang di dalam kota.

Selain berfokus pada pengurangan emisi, bus listrik Trans Semarang dirancang agar layanan transportasi publik dapat digunakan oleh lebih banyak kelompok masyarakat.

Lantai bus yang rendah memudahkan penumpang naik dan turun, terutama penyandang disabilitas, lansia, serta warga yang membawa anak atau barang bawaan.

Baca Juga: Gubernur Jateng Gelar Nobar Timnas FIFA ASEAN Cup 2026

Pengoperasian 27 bus listrik akan dilakukan secara bertahap mulai 25 September 2026.

Seluruh armada ditargetkan dapat beroperasi penuh sebelum akhir tahun setelah proses penyiapan dan penambahan armada diselesaikan.

Koridor I Terminal Mangkang–Terminal Penggaron dipilih sebagai rute awal pengoperasian bus listrik.

Rute tersebut membentang dari kawasan barat hingga timur Kota Semarang sehingga diharapkan dapat memperlihatkan penerapan kendaraan listrik dalam layanan transportasi publik dengan jangkauan perjalanan yang luas.

Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi kondisi armada Trans Semarang yang masih beroperasi.

Baca Juga: Warga Semarang dan Kafilah MTQ Padati Halaman Masjid Agung Saksikan Alma Esbeye

Warga dapat melaporkan bus yang mengeluarkan asap tebal agar dapat ditindaklanjuti dalam proses peremajaan kendaraan.

Agustina menyebutkan, penggantian seluruh armada secara langsung belum dapat dilakukan sehingga prosesnya akan berjalan secara bertahap.

Armada yang sudah berusia atau tidak lagi memenuhi standar layanan akan digantikan dengan kendaraan baru, termasuk bus listrik.

“Kalau menghilangkan sekaligus mungkin terlalu ekstrem. Namun, kita kurangi secara bertahap, satu per satu bus beremisi diganti baru, sampai nantinya seluruh armada bersih total,” ujar Agustina dikutip dari Antara. 

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Ardie Bakrie mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang dalam mendorong transformasi transportasi publik.

Ia mengatakan, industri nasional bersama mitra akan terus mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan yang dilakukan di Kota Semarang.

Baca Juga: Kakak Adik Asal Kudus Masih Hilang dalam Tragedi KM Virgo 8, Keluarga Menanti Kabar Pastinya

Dengan dimulainya operasional secara bertahap pada 25 September 2026, 27 bus listrik tersebut menjadi armada baru Trans Semarang yang melayani Koridor I Terminal Mangkang–Terminal Penggaron.

Pengoperasian penuh seluruh armada ditargetkan tercapai sebelum akhir 2026.

Editor : Ali Mustofa
Transportasi Aman bus listrik brt semarang trans semarang