Asmara Berujung Petaka, Mozza Dibunuh Pria Dekatnya karena Cemburu

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:06 WIB
Ilustrasi kasus pembunuhan (Ist)
Ilustrasi kasus pembunuhan (Ist)

SEMARANG – Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, gadis 18 tahun asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya terungkap setelah lebih dari satu tahun menjadi teka-teki.

Mozza, lulusan SMA Negeri 11 Grafika, ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pria yang dikenal dekat dengannya.

Polisi mengungkap, korban dibunuh pada 25 Juni 2025 dan jasadnya kemudian dibuang di pinggir Jalan Tol Jangli, Semarang.

Pelaku diketahui berinisial MDVA alias V (22), seorang pemuda asal Kabupaten Blora. Ia diamankan tim gabungan kepolisian di kediamannya di wilayah Blora tanpa perlawanan.

Dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah menghabisi nyawa Mozza pada hari yang sama ketika korban dilaporkan pergi dari rumah.

Kasus tersebut bermula ketika Mozza berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00 WIB pada 25 Juni 2025.

Saat itu, ia mengatakan hendak mengantarkan laptop milik temannya ke kawasan Makodam Semarang.

Namun, belakangan alasan tersebut diketahui tidak sesuai dengan fakta.

Sebelum ponselnya mati, Mozza sempat membalas pesan seorang temannya. Dalam pesan tersebut, ia menyebut hendak pergi ke Yogyakarta selama tiga hari dan meminta agar keberadaannya tidak diberitahukan kepada ibunya.

Pesan itu kemudian menjadi salah satu kejanggalan yang diperhatikan karena Mozza biasanya memanggil ibunya dengan sebutan "Mama", bukan "Ibu".

Upaya pencarian terus dilakukan. Polisi bahkan sempat menemukan ponsel milik Mozza sekitar setahun lalu di sebuah lokasi pembuangan.

Namun, perangkat tersebut telah di-factory reset sehingga sejumlah jejak digital yang diharapkan dapat membantu mengungkap keberadaan korban menjadi terputus.

Penyelidikan kemudian mengarah ke sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Polisi menelusuri rekam jejak korban dan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik maupun penghuni kos.

Dari rangkaian informasi tersebut, identitas pria yang diduga kuat terlibat dalam hilangnya Mozza akhirnya terungkap.

Pelaku MDVA alias V kemudian ditangkap di Blora.

Dari keterangan pelaku, polisi mendapatkan petunjuk mengenai lokasi pembuangan jasad korban. Mozza disebut dibunuh di rumah kos sebelum jasadnya dimasukkan ke dalam karung dan dibuang di pinggir Jalan Tol Jangli, Semarang.

Petunjuk tersebut kemudian membawa polisi ke lokasi yang dimaksud.

Di sana, polisi menemukan kerangka manusia yang masih relatif lengkap. Beberapa lembar kain yang diduga merupakan sisa pakaian korban juga ditemukan di sekitar lokasi.

Kerangka tersebut selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses identifikasi.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Mozza akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Dusun Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Jumat malam, 4 September 2026.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan para pelayat. Setelah lebih dari satu tahun menunggu kepastian, keluarga akhirnya dapat membawa Mozza kembali ke rumah untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Kasus ini masih ditangani secara intensif oleh Polres Semarang dengan dukungan Ditreskrimum, Ditressiber, serta Ditres PPA-PPO Polda Jawa Tengah.

Polisi masih mendalami motif pembunuhan, termasuk dugaan persoalan asmara dan kecemburuan yang disebut menjadi latar belakang tindakan pelaku.

Terungkapnya kasus ini sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga Mozza untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sejak gadis tersebut pergi dari rumah pada 25 Juni 2025.

Editor : Ali Mustofa
semarang polisi blora kasus pembunuhan