Jalan Provinsi Jateng Mulai Diperbaiki, Sekuro Jepara Dicor hingga Pati-Tayu Diperlebar

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi perbaikan jalan (ist)
Ilustrasi perbaikan jalan (ist)

RADAR KUDUS – Kamis (3/9) sore, Jalan Provinsi Jawa Tengah di ruas Desa Sekuro, Mlonggo, Jepara, lebih ramai dari biasanya.

Para pekerja melintas, pulang usai mencari nafkah. Sejumlah warga terlihat keluar rumah dan duduk di sekitar ruas jalan.

Mereka menikmati suasana sore sembari melihat aktivitas pembangunan jalan yang tengah berlangsung. Di sisi lain, beberapa pekerja masih menyelesaikan pekerjaan minor, sebelum meninggalkan lokasi.

Lajur utara jalan itu, telah rampung dicor. Kini, memasuki usia sekitar dua pekan. Bagi warga, perubahan itu bukan sekadar soal permukaan jalan yang kini lebih rata.

Jalan provinsi yang sudah lama tak diperbaiki, mulai berubah menjadi jalur lebih nyaman dilalui.

“Jalan ini jadi bagus. Sudah lama tidak diperbaiki. Kini, sudah tak ada lubang di jalan. Jalan jadi mulus, seperti jalan tol,” kata Abdul Khotib, warga RT 11/RW 3, Desa Sekuro.

Terpisah, Ketua Pokja Wilayah Jepara Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati Dinas PUPR Provinsi Jateng Parjo mengatakan, pekerjaan peningkatan jalan ini, menggunakan konstruksi beton dengan mutu B0 dan FS 45.

Paket pekerjaan di ruas Sekuro, penanganan direncanakan sepanjang sekitar 750 meter dengan nilai anggaran Rp 7,9 miliar.

Selain titik Sekuro, Pemprov Jateng juga menyiapkan paket penanganan lain dengan nilai sekitar Rp 29,2 miliar. Pekerjaan ini, mencakup ruas Sekuro, Kelet, hingga kawasan sekitar Jembatan Kali Sentreng.

“Yang Rp 29,2 miliar akan nyambung beton di Sekuro, Kelet. Untuk Jembatan Kali Sentreng saat ini masih dalam proses tender,” imbuhnya.

Selain di Jepara, perbaikan jalan provinsi juga ada di Kabupaten Kudus. Tepatnya di ruas Jalan Jati-Klambu sebagai penghubung Kudus-Grobogan. Hingga kemarin, progres pekerjaan mencapai sekitar 6 persen.

Meski masih tahap awal, capaian itu lebih tinggi dibandingkan target rencana pekerjaan yang baru mencapai 3,5 persen.

Ketua Pokja Jepara-Kudus Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati Parjo mengatakan, penanganan ruas Jati-Klambu dilakukan secara spot pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Total ada 78 segmen yang masuk dalam pekerjaan rehabilitasi dengan panjang penanganan mencapai sekitar 12,4 kilometer.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan memang belum menyeluruh dalam satu hamparan. Masih fokus pada sejumlah titik prioritas yang kondisi jalannya rusak.

Di beberapa lokasi, pekerja merapikan jalan setelah pembongkaran lapisan aspal lama dengan drill. Sementara di titik lain, pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan dan pembuatan kerangka besi yang menjadi bagian dari konstruksi perbaikan jalan.

Metode penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing titik. Sejumlah bagian jalan diperbaiki dengan betonisasi. Sedangkan kerusakan yang lebih ringan ditangani dengan penambalan.

Rehabilitasi ruas Jati-Klambu itu, menggunakan anggaran APBD Provinsi Rp 1,5 miliar. Kontrak pekerjaan dimulai pada 28 Juli. Ditargetkan rampung pada 9 Desember.

Parjo menjelaskan, ruas jalan ini penting bagi mobilitas warga. Sebab, penghubung antara Kabupaten Kudus dan Grobogan. Arus di jalan ini padat. Baik kendaraan warga maupun yang menunjang aktivitas perekonomian.

Untuk itu, kondisi jalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi dan mobilitas antardaerah.

Selain beban lalu lintas, kondisi tanah juga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas jalan. Kecamatan Undaan dan sekitarnya, didominasi karakteristik tanah lempung yang relatif mudah mengalami perubahan kondisi.

Jadi, beberapa titik lebih rentan mengalami kerusakan. Terutama ketika menerima beban kendaraan secara terus-menerus dan menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Di Blora juga ada perbaikan jalan provinsi. Di antaranya, di ruas Jalan Randublatung-Cepu. Jalan itu mulai dicor pada Kamis (3/9) lalu. Meski ada perbaikan, lalu lintas tetap dibuka penuh dengan buka tutup.

Sekitar pukul 11.00, tampak pekerja bersiap saat truk molen yang memuat material cor datang.

Perlahan truk molen itu menurunkan material. Para pekerja kemudian meratakan. Ada pekerja lain yang bertugas menghaluskan bagian permukaan.

Pelaksana proyek pembangunan Jalan Randublatung-Cepu Arif Suyono menjelaskan, target pembangunan akan selesai pada Oktober.

Lebih cepat dari perkiraan awal. “Lebar total 7,5 meter. Dengan bahu jalan kanan dan kiri 1 meter. Sepanjang 500 meter," katanya.

Menurutnya, selama pengerjaan jalan itu, lalu lintas tetap dibuka 24 jam. Namun, ada manajemen trafik. Dibuka tutup dari arah berlawanan secara bergantian.

Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi Sumindar menjelaskan, perbaikan jalan ini, dua tahap. Pertama, paket bidang dengan anggaran Rp 5 miliar.

Untuk pengerjaan dianggarkan Rp 5 miliar, yang saat ini sedang pelaksanaan. Paket pekerjaan lain, senilai Rp 28 miliar yang masuk Perkada.

Tak hanya Jalan Randublatung-Cepu, pengerjaan jalan provinsi akan berlangsung juga di ruas Jalan Todanan-Ngawen.

“Untuk Todanan-Ngawen ada dua paket, yaitu paket Perkada Rp 3 miliar dan paket bidang Rp 5 miliar. Yang paket bidang sudah jalan," katanya.

Ada juga perbaikan ruas Jalan Provinsi Ngawen-Kunduran. Semula dianggarkan Rp 14 miliar, kemudian ada penyesuaian tersisa 200 meter. Dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar. “Itu di lokasi yang depan batching plant (Trembul Ngawen) dan di Pacing (Kunduran)," imbuhnya.

Di Pati, BPJ Wilayah Pati menggarap perbaikan tiga ruas jalan. Pekerjaannya meliputi pengaspalan, perbaikan beton, serta pembangunan saluran drainase.

Kepala BPJ Wilayah Pati Andi Setiawan mengatakan, ruas jalan di Pati yang menjadi sasaran perbaikan yakni Pati-Tayu, Tayu-Keling, dan Pati-Sukolilo.

“Mudah-mudahan dalam perubahan anggaran ada tambahan lagi, sehingga bisa dimaksimalkan untuk perbaikan dan pemeliharaan,” harapnya.

Ia menjelaskan, panjang jalan yang diperbaiki rata-rata sekitar 1 kilometer setiap ruas. Pekerjaan menggunakan material aspal overlay satu lapis AC-WC.

Perbaikan ruas Pati-Tayu menjadi salah satu prioritas. Selain pengaspalan, BPJ Wilayah Pati juga melakukan penambahan perkerasan bahu jalan menggunakan beton selebar satu meter.

Pekerjaan bahu jalan itu dibagi menjadi dua segmen, yakni segmen pertama sepanjang 400 meter dan segmen kedua sepanjang 600 meter. Dengan penambahan ini, lebar jalan yang semula sekitar enam meter menjadi tujuh meter.

Pekerjaan dimulai dari kawasan lampu lalu lintas RSUD RAA Soewondo Pati. Kemudian ada di titik Kecamatan Margoyoso hingga Kecamatan Cluwak.

Ruas ini menjadi prioritas, karena tingginya kebutuhan peningkatan kapasitas jalan.

Pengerjaan perbaikan Pati-Tayu ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. Pekerjaan telah dimulai sejak Agustus lalu.

Selain pengaspalan dan perkerasan beton, BPJ Wilayah Pati juga mengerjakan pembangunan saluran U-Ditch di ruas Pati-Kayen-Sukolilo.

“Pembuatan saluran ini sangat urgent, karena sering banjir. Jadi, jalan cepat rusak,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan jalan rusak memang menjadi prioritas peme rintahannya.

Dia berkomitmen tidak menunggu hingga viral, pembangunannya juga tidak asal-asalan, dan harus dikerjakan secara profesional. “Ja lan yang rusak berat segera ditangani. 

“Anggaran kita geser dan kita maksimalkan. Targetnya kemantapan jalan Jawa Tengah kembali 94 persen. Ruas yang sudah dilelang harus diberi tanda, agar masyarakat tahu kapan dan bagaimana jalan itu akan dibangun. Khusus jalan yang menjadi kewenangan provinsi, harus segera ditindaklanjuti, karena jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut kese la matan, kelancaran orang dan barang, konektivitas, serta pertumbuhan ekonomi ma syarakat,” ungkapnya. (fik/dik/tos/aua/lin)

 

Editor : Ali Mustofa
jepara pati perbaikan jalan blora Kudus