DEMAK – Sebanyak 62 kios di Pasar Sedo, Dukuh Genting RT 1 RW 3, Desa Sedo, Kecamatan Demak Kota, terbakar pada Senin (24/8/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut menghanguskan puluhan kios, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Camat Demak Kota Okky Andrianto mengatakan, kios-kios yang terbakar rata-rata berukuran sekitar 2 x 3 meter.
Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, meski hingga kini penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan petugas.
Bangunan kios yang terdampak kebakaran memiliki konstruksi yang cukup mudah terbakar.
Bagian atap menggunakan asbes dan galvalum, sedangkan rangkanya berupa holo serta konstruksi besi baja. Sementara sekat antarkios banyak menggunakan material kayu dan triplek.
Dari total kios yang terbakar, sebanyak 34 kios diketahui masih ditempati pedagang. Lokasi kios yang dilalap api berada di bagian tengah sisi barat Pasar Sedo.
Beruntung, kobaran api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke bagian pasar lainnya yang memiliki area lebih luas.
Saat kebakaran terjadi, aktivitas perdagangan di Pasar Sedo sudah berhenti. Para pedagang diketahui telah menutup kios masing-masing sejak sekitar pukul 17.00 WIB.
Penjaga pos depan pasar, Subaidi, 60, warga Desa Sedo, masih berada di lokasi ketika peristiwa tersebut terjadi.
Ia kemudian mendapat informasi dari anggota Linmas, Akhmad Saeku, 50, mengenai munculnya asap tebal dan kobaran api dari arah deretan kios.
Mendapat informasi tersebut, keduanya langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi.
Bersama warga sekitar, mereka berusaha melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Di tengah upaya pemadaman, aliran listrik di sekitar pasar juga langsung diputus untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Kepala Pelaksana BPBD Demak Agus Sukiyono mengatakan, petugas segera mengerahkan mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan mengenai kebakaran Pasar Sedo.
Upaya pemadaman berlangsung hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa dini hari.
Tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang patut disyukuri meskipun kebakaran menyebabkan kerusakan cukup besar pada bangunan kios serta barang dagangan milik para pedagang.
Kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga menghanguskan berbagai barang dagangan yang berada di dalam kios.
Berdasarkan pendataan awal, nilai kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta. Sementara kerugian akibat barang dagangan yang terbakar ditaksir sekitar Rp500 juta.
Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran Pasar Sedo diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Sementara itu, petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan korsleting listrik menjadi salah satu kemungkinan yang diperiksa, namun kepastian mengenai sumber api masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Ali MustofaSumber : Radar Semarang