4.817 Lowongan Terbuka, Penyandang Disabilitas Ikut Diberi Kesempatan

Admin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:11 WIB
BERI SEMANGAT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut job fair menjadi penghubung antara dunia usaha dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perusahaan memperoleh akses terhadap calon tenaga kerja, sementara pencari kerja memiliki lebih banyak pilihan sesuai kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki.
BERI SEMANGAT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut job fair menjadi penghubung antara dunia usaha dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perusahaan memperoleh akses terhadap calon tenaga kerja, sementara pencari kerja memiliki lebih banyak pilihan sesuai kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki.

SEMARANG — Sebanyak 4.817 lowongan pekerjaan ditawarkan dalam Job Fair memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Bursa kerja yang digelar pada 20-21 Agustus 2026 di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah itu disambut antusias ribuan pencari kerja.

Sejak hari pertama, Kamis (20/8), lokasi job fair dipadati pelamar. Sebagian datang membawa berkas lamaran, sementara lainnya mencari informasi perusahaan melalui telepon seluler. Disnakertrans Jateng mencatat sedikitnya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi Ayo Kerjo.

Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, bursa kerja secara langsung masih diminati meski informasi lowongan sudah tersedia secara daring. Menurutnya, pencari kerja tetap membutuhkan kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan untuk mengetahui posisi, lingkungan, hingga kondisi pekerjaan yang ditawarkan.

Sebanyak 40 perusahaan membuka stan dalam job fair tersebut. Ditambah delapan perusahaan yang dibawa PT Kawasan Industri Kendal, total terdapat 48 perusahaan yang menawarkan kesempatan kerja. Lowongan tersedia di berbagai sektor, mulai manufaktur, agrikultur dan alat berat, makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut job fair menjadi penghubung antara dunia usaha dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perusahaan memperoleh akses terhadap calon tenaga kerja, sementara pencari kerja memiliki lebih banyak pilihan sesuai kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki.

“Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional,” ujarnya.

Luthfi menilai peluang kerja di Jawa Tengah masih cukup besar. Namun, peningkatan kompetensi pencari kerja menjadi hal penting agar kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri.

Job fair tahun ini juga memberikan ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas. Sejumlah perusahaan menyediakan lowongan yang secara khusus dapat diakses dan dilamar oleh pencari kerja disabilitas.

Sifa, seorang penyandang tuna rungu asal Jawa Barat, sengaja datang setelah memperoleh informasi mengenai job fair melalui Instagram. Ia mengaku telah menyerahkan berkas lamaran kepada tiga perusahaan.

“Saya merasa bahagia. Acara seperti ini bisa memberikan informasi kepada teman-teman disabilitas,” katanya.

Menurut Sifa, pelayanan bagi peserta disabilitas cukup baik. Ia berharap semakin banyak perusahaan memberikan kesempatan kerja yang inklusif sehingga penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk bekerja.

Peserta lainnya, Vivi, mengaku baru pertama kali mengikuti job fair. Warga Semarang itu sempat mengalami kendala saat melakukan check-in, tetapi mendapat bantuan petugas hingga akhirnya dapat mengikuti kegiatan.

“Acara ini membantu saya mencari kerja. Kalau mencari sendiri agak susah. Karena lowongannya banyak, saya jadi lebih semangat untuk mendaftar,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT JSCorp Ika mengatakan perusahaan manufaktur yang berlokasi di Boyolali tersebut menyediakan sekitar 300 lowongan untuk operator sewing. Selain itu, perusahaan membutuhkan tenaga untuk posisi staf, mekanik, foreman, quality control, dan assembly.

“Ini pertama kali kami ikut dan ternyata ramai. Kalau posisi staf yang mensyaratkan pendidikan S1, peminatnya lumayan banyak,” kata Ika.

PT JSCorp juga menyediakan sejumlah posisi untuk penyandang disabilitas. Selain melalui job fair, calon pelamar dapat mengikuti walk-in interview langsung di pabrik setiap hari pukul 07.00-09.00 WIB.

Pemprov Jawa Tengah berharap bertambahnya lapangan pekerjaan dapat mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah tercatat 22,33 juta orang, meningkat sekitar 455 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 mencapai Rp59,94 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja. Masuknya investasi diharapkan terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Admin
hut ke-81 Jateng gubernur jateng Ahmad Luthfi job fair