Hari Jadi ke-81 Jateng, Ahmad Luthfi Ungkap Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB
Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

BOYOLALI – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum untuk menyampaikan harapan sekaligus melihat berbagai perkembangan pembangunan yang telah dicapai.

Upacara berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu, 19 Agustus 2026, dan diikuti berbagai lapisan masyarakat.

Sejumlah pelajar, perwakilan petani, pelaku UMKM, mantan gubernur, serta tokoh masyarakat turut hadir. Mereka berharap Jawa Tengah terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.

Mantan Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013, Bibit Waluyo, menilai penguatan ekonomi menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus terus dilakukan.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga perekonomian nasional.

Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu sama-sama meningkatkan etos kerja agar perekonomian daerah semakin kuat.

“Jawa Tengah harus kuat ekonominya, sebagai penyangga ketahanan nasional, maka masyarakat Jawa Tengah harus mempeng (tekun) bekerja, bertani, bercocok tanam untuk kesejahteraan keluarga dan bangsa,” kata Bibit setelah mengikuti upacara.

Ia juga menyoroti pentingnya sektor pertanian. Menurutnya, sektor agraris merupakan salah satu kekuatan Jawa Tengah yang perlu terus mendapat perhatian pemerintah.

Apalagi, provinsi ini memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Harapan terhadap masa depan Jawa Tengah juga datang dari kalangan pelajar. Siswa SMAN 1 Boyolali berharap pembangunan di bidang pendidikan terus dilanjutkan.

Berbagai program seperti sekolah gratis dinilai memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kebijakan tersebut membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.

“Semoga Jawa Tengah makin maju dan sukses, apalagi di bidang pendidikan,” ujar Sukma Ananda Gracia, pelajar SMAN 1 Boyolali.

Sukma juga mengajak para pelajar untuk meningkatkan semangat belajar. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan Jawa Tengah di masa depan.

Ia juga mengingatkan pentingnya gotong royong dan saling mendukung di tengah masyarakat.

“Mari bersama-sama kita gotong royong, serta bisa merangkul satu sama lain untuk menjaga dan memajukan Jawa Tengah,” katanya.

Pesan persatuan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam peringatan Hari Jadi ke-81 juga mendapat perhatian dari para pelajar.

Kristian Unggul Saputra mengatakan, pesan mengenai nyawiji menjadi pengingat agar masyarakat tetap bersatu dan menjaga semangat kekeluargaan.

“Tadi Gubernur menyampaikan tentang nyawiji, beliau menginginkan kita menjadi satu kesatuan dan kekeluargaan supaya kita tidak terpecah belah,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga sekaligus membangun Jawa Tengah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah harus mengambil langkah yang tepat di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian serta adanya tekanan fiskal.

Program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Menurutnya, tema Gumregut Nyawiji bukan sekadar slogan, tetapi menggambarkan semangat bekerja keras dan menyatukan kekuatan seluruh elemen masyarakat.

Dalam peringatan tersebut, Luthfi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Tengah, mulai dari sektor pertanian, perekonomian, pendidikan, kesehatan hingga perumahan.

Di sektor pangan, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 tercatat sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai sekitar 6,74 juta ton.

Luthfi menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani. Karena itu, pemerintah juga harus menunjukkan kesungguhan dalam bekerja hingga tingkat desa.

“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegas Luthfi.

Aktivitas masyarakat di berbagai sektor turut berdampak terhadap kondisi ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen. Penurunan tersebut diikuti bertambahnya sekitar 460 ribu orang yang bekerja.

Sementara itu, realisasi investasi hingga semester pertama 2026 telah mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di angka 5,80 persen, sedangkan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.

Berbagai capaian juga terlihat dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Di sektor pendidikan, Pemprov Jawa Tengah memberikan pendidikan gratis kepada 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.

Pemerintah juga memberikan bantuan pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Selain itu, sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.

Untuk sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat.

Sedangkan di bidang perumahan, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Jawa Tengah juga terus mengambil bagian dalam pelaksanaan sejumlah program pemerintah pusat.

Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program Sekolah Rakyat juga telah direalisasikan melalui 14 sekolah dengan jumlah 1.275 siswa. Sementara Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit dan sebanyak 6.271 unit di antaranya telah beroperasi.

Luthfi menegaskan, berbagai perkembangan tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah. Peran masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan Jawa Tengah.

Karena itu, Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi momentum melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi titik untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan kerja bersama demi kemajuan daerah. (*)

Editor : Ali Mustofa
hari jadi ke-81 jateng gubernur jateng Ahmad Luthfi perekonomian daerah boyolali