Hari Jadi ke-81 Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Korban Bencana NTT

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:34 WIB
Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

BOYOLALI – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Boyolali berlangsung dalam suasana penuh empati.

Di tengah perayaan hari jadi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat mendoakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana longsor.

Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Luthfi dalam upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah yang berlangsung di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu, 19 Agustus 2026.

Luthfi mengatakan, rangkaian peringatan tahun ini sengaja dikemas secara sederhana sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.

“Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah kali ini kita laksanakan kegiatan-kegiatan yang sederhana, semata-mata untuk ikut berbelasungkawa serta mendoakan saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya sebelum memimpin doa.

Jateng Kirim Relawan dan Bantuan

Kepedulian Jawa Tengah terhadap korban bencana NTT sebelumnya telah diwujudkan melalui pengiriman bantuan dan tim relawan pada 17 Agustus 2026.

Luthfi menegaskan, misi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan tulus.

Para relawan juga diminta memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat yang terdampak.

Dukungan dari Jawa Tengah, kata dia, tidak berhenti pada bantuan tahap awal.

Luthfi telah meminta Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna mempersiapkan bantuan berikutnya.

“Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya ketika melepas bantuan dan relawan beberapa waktu lalu.

Wujud Semangat Gumregut Nyawiji

Doa bersama dan bantuan kemanusiaan tersebut menjadi bentuk kepedulian Jawa Tengah terhadap sesama warga Indonesia.

Menurut Luthfi, semangat membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah juga sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, yakni Gumregut Nyawiji.

Tema tersebut menggambarkan tekad untuk terus bergerak, bekerja keras, tidak mudah menyerah, serta menyatukan berbagai kekuatan yang ada di tengah masyarakat.

“Gumregut Nyawiji menggambarkan semangat untuk terus bekerja keras, tidak mudah menyerah, dan menyatukan seluruh kekuatan masyarakat,” katanya.

Melalui momentum Hari Jadi ke-81, Jawa Tengah tidak hanya merayakan perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana. (*)

Editor : Ali Mustofa
hari jadi ke-81 jateng Gumregut Nyawiji guberber jateng kemanusiaan Ahmad Luthfi