Hari Jadi ke-81 Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kontribusi Petani hingga Pelaku UMKM

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

BOYOLALI – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan penghargaan kepada berbagai lapisan masyarakat yang selama ini ikut menopang pembangunan daerah.

Memasuki 545 hari kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Luthfi menegaskan bahwa kemajuan Jawa Tengah tidak mungkin dicapai hanya melalui kerja pemerintah.

Ada kontribusi besar dari petani, buruh, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas.

“Ini sudah 545 hari menemani panjenengan sedoyo. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah.”

Hal itu disampaikan Luthfi saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pembangunan Adalah Kerja Bersama

Luthfi mengatakan, selama 545 hari menjalankan amanah bersama Gus Yasin, pemerintah terus berupaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Jawa Tengah.

Namun, berbagai hasil pembangunan yang telah dicapai menurutnya tidak terlepas dari peran masyarakat.

Karena itu, pada upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, sejumlah perwakilan kelompok masyarakat secara khusus dihadirkan.

Petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, serta penyandang disabilitas dinilai memiliki kontribusi penting dalam perjalanan pembangunan Jawa Tengah.

Luthfi menyampaikan apresiasi atas kerja keras mereka yang terkadang tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujarnya.

Petani Jadi Penyangga Pangan

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian Luthfi.

Menurut dia, kegigihan para petani turut membuat Jawa Tengah tetap memiliki peran penting sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan nasional.

Produksi padi Jawa Tengah pada 2025 tercatat sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai sekitar 6,74 juta ton.

Luthfi menilai semangat kerja petani tersebut harus menjadi contoh bagi pemerintah untuk terus bekerja hingga ke tingkat desa.

“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.

Lapangan Kerja dan Investasi Terus Bergerak

Kontribusi masyarakat juga tercermin dalam perkembangan ekonomi Jawa Tengah.

Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen. Penurunan tersebut dibarengi dengan bertambahnya sekitar 460 ribu orang yang bekerja.

Dari sisi investasi, hingga semester pertama 2026 realisasinya telah mencapai Rp59,94 triliun. Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di angka 5,80 persen.

Pada saat yang sama, persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan menjadi 9,21 persen.

Pendidikan dan Kesehatan Diperkuat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus menjalankan sejumlah program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Di bidang pendidikan, biaya sekolah telah digratiskan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.

Bantuan pendidikan juga diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin.

Selain itu, sebanyak 282 sekolah telah menjalani rehabilitasi dan sembilan sekolah baru telah dibangun.

Untuk sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis disebut telah menjangkau sekitar 21 juta warga.

Sementara pada sektor perumahan, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Dukung Program Pemerintah Pusat

Jawa Tengah juga terus mengambil bagian dalam pelaksanaan sejumlah program pemerintah pusat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program Sekolah Rakyat juga telah direalisasikan melalui 14 sekolah dengan jumlah 1.275 siswa. Sementara Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit dan 6.271 unit di antaranya sudah mulai beroperasi.

Menurut Luthfi, seluruh capaian tersebut tidak sepatutnya hanya dipandang sebagai keberhasilan pemerintah.

Di balik berbagai penghargaan dan kemajuan Jawa Tengah terdapat kerja panjang seluruh elemen masyarakat.

“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Melanjutkan Estafet Pembangunan

Memasuki usia 81 tahun, Luthfi menyebut perjalanan Jawa Tengah merupakan kelanjutan dari pembangunan yang telah dilakukan 15 gubernur sebelumnya.

Setiap periode pemerintahan memiliki tantangan masing-masing. Karena itu, semangat Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji dinilai penting untuk menjaga kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat dan pemerintah melanjutkan pembangunan.

Luthfi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meski demikian, ia optimistis semangat bekerja keras dan bersatu dapat membawa Jawa Tengah mencapai hasil yang lebih baik.

“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Mustofa
hari jadi ke-81 jateng gubernur jateng Ahmad Luthfi pembangunan daerah boyolali