Ekonomi Jateng Tumbuh 5,80 Persen, Investasi Semester I Tembus Rp 48,54 Triliun

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:21 WIB
KERJA KERAS: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung aktivitas industri garmen di Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan sektor manufaktur terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja.
KERJA KERAS: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung aktivitas industri garmen di Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan sektor manufaktur terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja.

RADAR KUDUS - Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global, tekanan geopolitik, dan ketidakpastian perdagangan internasional.

Hingga Semester I-2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen secara kumulatif (c-to-c), berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya aktivitas investasi di Jawa Tengah. Pada Semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun. Investasi tersebut tersebar dalam 55.989 proyek dan mampu menyerap 213.217 tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan, capaian investasi tersebut berasal dari realisasi pada dua triwulan. Pada triwulan I Januari-Maret, investasi mencapai Rp23,02 triliun, sedangkan pada triwulan II April-Juni sebesar Rp25,53 triliun.

Capaian Realisasi Investasi
Capaian Realisasi Investasi

Dengan demikian, realisasi investasi pada triwulan II mengalami peningkatan 10,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama," kata Sakina, Rabu, 29 Juli 2026.

Dari total investasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) memberikan kontribusi sebesar Rp25,92 triliun atau 53,40 persen. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga memperkuat posisi provinsi ini dalam perekonomian nasional. Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said mengatakan, kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen, sedangkan terhadap perekonomian nasional sebesar 8,19 persen.

Sektor Realisasi Investasi
Sektor Realisasi Investasi

Capaian itu menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional.

"Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau sebesar 8,19 persen terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional," ujar Ali dalam jumpa pers daring, Rabu, 5 Agustus 2026.

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendorong kabupaten/kota mengembangkan kawasan industri. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menyediakan infrastruktur yang memadai sekaligus memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi seorang diri.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, hingga pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

"Maka kita punya semangat collaborative government (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," ujar Luthfi.

Menurutnya, luasnya wilayah Jawa Tengah dengan 35 kabupaten/kota membutuhkan kerja bersama.

Karena itu, gubernur tidak dapat bekerja seorang diri, melainkan harus membangun super team dengan melibatkan berbagai elemen.

"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan," tegasnya.

Semangat kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema "Gumregut Nyawiji" mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah.

"Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak," kata Sumarno. (zen)

Editor : Ali Mustofa
dunia usaha ekonomi jateng jawa tengah Perekonomian