Rumah Warga Suruh Semarang Ludes Terbakar, Satu Orang Tewas

Anita Fitriani • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Ilustrasi api
Ilustrasi api

 

 

 

 

SEMARANG — Sebuah rumah di Dusun Boromiri, RT 26/RW 5, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, terbakar pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.Api membesar dengan cepat dan menghanguskan seluruh bangunan.

Pemilik rumah yang tinggal sendirian ditemukan tewas di dalam kamar setelah api dipadamkan.

Api pertama kali terlihat oleh seorang saksi yang melihat api menyala di bagian atap rumah.

Dua orang saksi berusaha masuk untuk menyelamatkan korban, tetapi karena api sudah membesar, upaya mereka tidak berhasil.Rumah yang terbuat sebagian besar dari kayu membuat api dengan cepat menyebar dan membakar seluruh bagian bangunan.

Baca Juga: 1.488 Pramuka Jateng Ikuti Jamnas XII, Ahmad Luthfi Dorong Jadi Pemimpin Masa Depan

Petugas pemadam kebakaran dari Unit Tengaran (Damkar Kabupaten Semarang) dan Damkar Kabupaten Boyolali diterjunkan ke lokasi kejadian.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 hingga 20.48 WIB, tergantung pada waktu informasi diterima dan waktu pemadaman.Setelah api tidak lagi menyala, jasad pemilik rumah ditemukan oleh saksi di dalam kamar.

Korban bernama Rohmad Abdul Salam (45) atau dalam beberapa laporan disebut Muhammad Rohmat/Muhammad Rahmat.

Ia tinggal sendirian di rumah tersebut dan dianggap sebagai seseorang dengan gangguan jiwa.Karena kondisi tersebut, korban tidak sempat melarikan diri saat api membesar di rumahnya.

Baca Juga: RSB Jepara Diresmikan, Taj Yasin Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Zakat

Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, karena api pertama kali terdeteksi di atap dan rumah yang menggunakan bahan mudah terbakar.

Namun, penyebab pasti masih dicek lebih lanjut oleh pihak berwenang. Selain rumah, sepeda motor milik korban juga ikut terbakar.

Kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, dengan angka estimasi bervariasi dalam beberapa laporan (sekitar Rp50 juta hingga Rp150 juta), meliputi rumah dan motor yang terbakar.

Baca Juga: Truk Tronton Diduga Rem Blong Tabrak Tiga Motor di JLS Salatiga, Satu Pengendara Tewas

Tidak ada korban jiwa lain selain pemilik rumah, dan setelah pemadaman, fokusnya adalah mengidentifikasi penyebab kebakaran serta memberikan pendampingan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi warga sekitar agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran, terutama di rumah yang menggunakan bahan kayu dan instalasi listrik.

Pihak berwenang terus menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, sementara warga diingatkan untuk lebih hati-hati dalam menggunakan listrik dan memasang peralatan rumah agar mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran serupa. (*) 

 

Editor : Anita Fitriani
kebakaran semarang berita semarang