1.488 Pramuka Jateng Ikuti Jamnas XII, Ahmad Luthfi Dorong Jadi Pemimpin Masa Depan

Admin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:13 WIB
SEMANGAT: Ahmad Luthfi saat mengunjungi kontingen Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jumat malam (14/8/2026).
SEMANGAT: Ahmad Luthfi saat mengunjungi kontingen Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jumat malam (14/8/2026).

CIBUBUR – Sebanyak 1.488 anggota Pramuka Jawa Tengah mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berpesan agar kegiatan tersebut menjadi momentum menempa diri sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Pesan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi kontingen Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jumat malam (14/8/2026).

Menurut Luthfi, Jamnas tidak semata-mata menjadi kegiatan berkemah dan berkumpul bersama anggota Pramuka dari berbagai daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

“Adik-adik datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing,” kata Luthfi.

Ia menilai pendidikan kepramukaan harus mampu membentuk generasi yang mandiri, terampil, kreatif, inovatif, serta memiliki motivasi untuk terus berkembang.

Karena itu, Luthfi meminta para peserta menunjukkan nilai-nilai kepramukaan dalam perilaku sehari-hari. Mulai dari sikap, tindakan hingga cara berkomunikasi dengan sesama peserta maupun masyarakat.

Kemampuan mengenali dan menyelesaikan persoalan juga dinilai penting. Menurutnya, keterampilan tersebut akan menjadi bekal ketika para Pramuka Penggalang kelak kembali ke lingkungan masing-masing dan berinteraksi dengan masyarakat.

Jamnas juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas jaringan sekaligus mengenal keberagaman Indonesia. Para peserta diharapkan mampu memperkenalkan potensi daerah asal kepada Pramuka dari provinsi lain.

“Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah. Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfi berdialog dengan sejumlah peserta. Ia menanyakan asal daerah dan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.

Suasana pertemuan berlangsung akrab. Luthfi juga memberikan pelukan kepada perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus, berfoto bersama peserta, serta melayani permintaan tanda tangan.

Diikuti 1.488 Peserta

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, mengatakan kontingen Jateng yang mengikuti Jamnas XII mencapai sekitar 1.488 orang.

Rinciannya terdiri atas 1.208 Pramuka Penggalang tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan satu dokter kontingen.

Para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah tersebut telah menjalani persiapan dan pelatihan selama tiga bulan sebelum berangkat ke Jamnas.

“Seperti disampaikan Gubernur, adik-adik Pramuka ini juga sebagai duta Jawa Tengah untuk memperkenalkan berbagai keunggulan yang ada,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, pendidikan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis. Ada dua kemampuan yang menjadi perhatian, yakni scouting skill dan life skill.

Scouting skill diarahkan untuk membentuk karakter, keterampilan sosial, kemampuan menghadapi berbagai kondisi, serta daya tahan peserta. Sedangkan life skill membekali mereka dengan kemampuan berpikir cerdas, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi kehidupan.

Selain itu, pendidikan Pramuka juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan wawasan kebangsaan.

“Pramuka Penggalang sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Sangat penting adik-adik ini tidak lepas dari jati diri sebagai warga negara Indonesia,” jelasnya.

Budi menambahkan, kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan jabatan formal. Kemampuan memimpin dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

“Pemimpin itu tidak harus jadi pejabat publik atau negara, tapi bisa memimpin diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Jadi Duta Jawa Tengah

Kehadiran Gubernur Jawa Tengah memberikan motivasi tersendiri bagi peserta. Alifah dan Ravi, perwakilan Pramuka Penggalang Kwarda Jateng, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam Jamnas yang digelar lima tahun sekali tersebut.

Keduanya mengaku semakin termotivasi setelah mendapat pesan secara langsung dari Ahmad Luthfi.

“Anak-anak Jawa Tengah ini pastinya hebat-hebat. Beliau memberikan semangat agar kami menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar mereka.

Jamnas XII diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman berkemah dan bertemu Pramuka dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, membangun keberanian, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Bekal tersebut diharapkan dibawa pulang oleh para peserta untuk diterapkan di lingkungan masing-masing setelah kembali ke Jawa Tengah. (*)

Editor : Admin
jateng cibubur