SPBU Selokromo Wonosobo Dirampok, 2 Petugas Disekap dan Uang Ratusan Juta Digondol

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Ilustrasi aksi perampokan bersenjata (ai)
Ilustrasi aksi perampokan bersenjata (ai)

RADAR KUDUS – Aksi perampokan bersenjata terjadi di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam kejadian tersebut, empat orang pelaku diduga menyekap petugas sebelum membawa kabur uang tunai hasil penjualan yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak hanya mengambil uang, kawanan perampok juga membawa perangkat Digital Video Recorder (DVR) beserta harddisk yang menyimpan rekaman CCTV.

Perangkat tersebut terhubung dengan sembilan kamera pengawas yang terpasang di sejumlah titik area SPBU.

Tindakan itu diduga dilakukan untuk menghilangkan rekaman yang dapat menjadi petunjuk penyelidikan.

Pengelola SPBU Selokromo, Sapto Yudi, mengatakan aksi tersebut berlangsung dalam waktu singkat.

Saat kejadian, aktivitas di sekitar SPBU masih berlangsung karena area rest area kerap digunakan pengendara untuk berhenti dan beristirahat.

Pada malam itu, terdapat enam pekerja yang bertugas, terdiri dari tiga operator, seorang pengawas, satu petugas keamanan, dan satu petugas kebersihan.

“Pelaku berjumlah empat orang. Modusnya melakukan penyekapan dan penyanderaan terhadap pengawas dan sekuriti kami,” ujar Sapto.

Dua pekerja yang menjadi korban langsung adalah petugas pengawas dan sekuriti.

Keduanya diduga diikat menggunakan kabel ties pada bagian tangan dan kaki. 

Pelaku juga menutup mata serta mulut korban. Dalam aksinya, kawanan tersebut disebut mengancam korban menggunakan senjata tajam dan benda yang menyerupai pistol.

Perampokan berlangsung ketika para pekerja tengah menjalankan rutinitas malam, termasuk merapikan uang dan menghitung hasil transaksi.

Pelaku kemudian mengambil uang tunai yang berada di dalam brankas serta sejumlah uang yang tersimpan di meja kerja.

“Kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kasus ini sepenuhnya sudah kami serahkan dan masih ditangani oleh jajaran Polsek Leksono maupun Polres Wonosobo,” kata Sapto.

Korban Sempat Mendapat Perawatan

Setelah berhasil diselamatkan, dua petugas yang menjadi korban penyekapan dibawa ke puskesmas di wilayah Kecamatan Leksono untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Sapto menyebut kedua korban tidak mengalami luka serius akibat senjata tajam.

Namun, terdapat memar pada tubuh serta bekas ikatan kabel ties di tangan dan kaki.

“Luka fatal dari senjata tajam tidak ada. Korban mengalami luka memar serta bekas ikatan kabel ties di area kaki dan tangan. Namun, benturan mental dan trauma jelas dirasakan oleh pekerja yang menjadi korban langsung,” jelasnya.

CCTV Segera Diganti

Hilangnya perangkat CCTV membuat pihak pengelola harus segera melakukan pengadaan sistem pengawasan baru.

Selain untuk meningkatkan keamanan, keberadaan CCTV menjadi salah satu persyaratan penting agar layanan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU dapat kembali berjalan secara normal.

Manajemen juga mendapatkan dukungan tenaga tambahan dari kantor pusat untuk menjaga operasional tetap berlangsung selama proses pemulihan dilakukan.

“Langkah awal fokus pada percepatan kelengkapan alat CCTV agar pelayanan BBM subsidi tidak terganggu, serta pendampingan operasional internal,” pungkas Sapto.

Sementara itu, kasus perampokan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Petugas melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap kronologi serta motif di balik aksi perampokan tersebut.

Editor : Ali Mustofa
spbu wonosobo kawanan perampok aksi perampokan cctv kepolisian