Gubernur Luthfi Minta BUMD Genjot PAD, Kinerja Buruk Siap Dievaluasi

Admin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meningkatkan kinerja sekaligus memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). BUMD yang belum menunjukkan performa optimal diminta segera melakukan pembenahan, atau akan mendapat evaluasi dan pengawasan khusus di bawah koordinasi langsung Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Luthfi saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Meningkatkan Kinerja dan Tata Kelola BUMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, keberadaan BUMD tidak boleh hanya menjadi pelengkap struktur pemerintahan daerah. Sebaliknya, perusahaan daerah harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penyumbang signifikan bagi PAD guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"BUMD harus memiliki daya ungkit dalam meningkatkan pendapatan daerah. Yang masih berada di bawah standar akan kami lakukan pembinaan secara khusus bersama pengawas di bawah koordinasi Pak Sekda," tegas Luthfi.

Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas, ditambah ketidakpastian ekonomi global, mengharuskan pemerintah daerah mencari sumber pendapatan baru. Karena itu, seluruh BUMD dituntut menerapkan tata kelola yang profesional, inovatif, dan mampu mengembangkan peluang bisnis yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat satu BUMD yang berkinerja kurang baik, yakni PT PRPP Jawa Tengah.

Luthfi meminta direksi dan dewan komisaris segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Menurutnya, kawasan PRPP memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat bisnis, pameran, dan destinasi wisata yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD.

Ke depan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi juga terus membuka peluang masuknya investor guna mempercepat pengembangan kawasan PRPP.

"Saya ingin mengetahui apa saja kendalanya agar bisa kita carikan solusi bersama. Investor juga sedang kami upayakan masuk, dan saya menantang direksi untuk mampu mengembangkan kawasan ini," ujar Luthfi.

Ia menegaskan, peningkatan kinerja BUMD tidak hanya penting bagi keberlangsungan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas fiskal daerah. Dengan meningkatnya kontribusi BUMD terhadap PAD, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah. (*)

Editor : Admin
jateng bumn pad bumd