Perkuat Pengabdian, Prodi Teknik Lingkungan Dorong Sekolah Terapkan Zero Waste dan Ekonomi Sirkular

Admin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:36 WIB
DISKUSI: Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang seminar "Perkuat Pengabdian, Prodi Ajak Sekolah/Madrasah Terapkan Zero Waste dan Sirkular Ekonomi" yang digelar di Kampus UIN Walisongo Semarang, Senin (3/8).
DISKUSI: Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang seminar "Perkuat Pengabdian, Prodi Ajak Sekolah/Madrasah Terapkan Zero Waste dan Sirkular Ekonomi" yang digelar di Kampus UIN Walisongo Semarang, Senin (3/8).

SEMARANG – Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema "Perkuat Pengabdian, Prodi Ajak Sekolah/Madrasah Terapkan Zero Waste dan Sirkular Ekonomi" yang digelar di Kampus UIN Walisongo Semarang, Senin (3/8).

Kegiatan tersebut diikuti dosen, mahasiswa, serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai MI, SD, SMP hingga MTs di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Lingkungan berupaya memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan kapasitas sekolah dan madrasah dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Dalam kesempatan itu, hadir narasumber internasional, Prof. Sadhan Kumar Ghosh dari International Society of Waste Management, Air and Water, India. Ia memaparkan pentingnya penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular sebagai langkah strategis untuk menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan pendidikan.

Prof. Ghosh menegaskan bahwa sekolah memiliki posisi penting dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Menurutnya, penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), pemilahan sampah, pengomposan, hingga pemanfaatan kembali material yang masih bernilai dapat menjadi praktik nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga membagikan sejumlah contoh keberhasilan penerapan konsep tersebut di berbagai institusi pendidikan di sejumlah negara.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif antara akademisi, mahasiswa, dan para guru. Berbagai isu pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dibahas, mulai dari pengembangan sekolah bebas sampah, pembentukan bank sampah, hingga pengintegrasian pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo Semarang berharap dapat semakin menguatkan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung penerapan budaya zero waste dan ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan.

Ke depan, Program Studi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo Semarang akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan pendidikan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya sekolah-sekolah berkelanjutan yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek pengelolaan lingkungan serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Editor : Admin
uin walisongo zero waste madrasah guru