Gubernur Luthfi Tegaskan Rumah Rakyat Terbuka, Aspirasi Jateng Guyub Ditindaklanjuti

Admin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB
AKRAB: Sejumlah persoalan mulai dari konflik agraria, lingkungan, pertanian, pertambangan hingga dugaan kriminalisasi warga disampaikan perwakilan Jateng Guyub saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (24/7/2026).
AKRAB: Sejumlah persoalan mulai dari konflik agraria, lingkungan, pertanian, pertambangan hingga dugaan kriminalisasi warga disampaikan perwakilan Jateng Guyub saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (24/7/2026).

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti di meja audiensi. Sejumlah persoalan yang dibawa perwakilan Jateng Guyub bahkan mulai ditindaklanjuti, salah satunya dengan menyiapkan 56 truk angkutan tebu untuk membantu petani di Kabupaten Blora.

Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima perwakilan Jateng Guyub di Rumah Rakyat, kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).

Pertemuan berlangsung terbuka. Sejumlah persoalan dari berbagai daerah disampaikan langsung kepada gubernur, mulai dari pertanian, pertambangan, konflik agraria, lingkungan hidup, infrastruktur, hingga dugaan kriminalisasi warga.

Luthfi menegaskan, Rumah Rakyat memang disiapkan sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Warga, kata dia, memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui penyampaian pendapat di muka umum sepanjang dilakukan secara tertib.

"Saya senang sekali Bapak-bapak telah datang ke sini. Dari kemarin draft-nya sudah disiapkan oleh Pak Asisten. Masalah tebu sudah ada penyelesaian, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Jadi inilah wajah rumah gubernur adalah rumah rakyat," kata Luthfi.

Ia juga mengapresiasi penyampaian aspirasi Jateng Guyub yang berjalan tertib dan kondusif. Menurutnya, ruang dialog harus tetap dijaga agar berbagai persoalan masyarakat dapat dicari jalan keluarnya bersama.

Sejumlah aspirasi tersebut, lanjut Luthfi, sebenarnya sudah mulai diproses sejak pertemuan awal dengan perwakilan Jateng Guyub pada Senin (20/7/2026).

Meski dirinya harus menjalankan agenda pemerintahan di sejumlah daerah, jajaran Pemprov Jateng tetap bekerja memetakan laporan yang masuk sekaligus berkoordinasi untuk mencari penyelesaiannya.

"Itulah mekanisme daripada pemerintahan. Bukan one man show, bukan Superman," tegasnya.

Siapkan 56 Truk untuk Petani Tebu Blora

Salah satu tindak lanjut yang disampaikan Luthfi berkaitan dengan persoalan petani tebu di Kabupaten Blora. Pemprov Jateng telah menyiapkan 56 truk angkutan tebu untuk membantu petani.

Menurut Luthfi, persoalan tersebut telah mendapatkan jalan keluar dan kini tinggal memasuki tahap pelaksanaan.

Selain persoalan pertanian, Luthfi turut menyoroti dunia pendidikan. Ia memberikan peringatan keras kepada seluruh SMA Negeri di Jawa Tengah agar tidak membuka ruang bagi praktik titip-menitip maupun pungutan yang melanggar ketentuan.

"Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya," tandasnya.

Dugaan Kriminalisasi Ikut Disampaikan

Dalam pertemuan itu, perwakilan Jateng Guyub juga mengangkat dugaan kriminalisasi terhadap warga di Blora.

Luthfi menjelaskan, Pemprov Jateng tidak dapat melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum. Sebab, kewenangan tersebut berada pada institusi penegak hukum.

Meski demikian, Pemprov tetap dapat memberikan pendampingan maupun memfasilitasi komunikasi dan koordinasi jika dibutuhkan.

"Kalau pendampingan oke. Tetapi aspek penegakan hukum itu ada di kepolisian, ada di kejaksaan bukan di gubernuran," jelasnya.

Ia memastikan setiap aduan yang masuk tetap mendapatkan perhatian dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.

"Saya sudah sampaikan, aduan yang masuk akan saya datangi," ujarnya.

Pemprov Inventarisasi Persoalan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar mengatakan, seluruh aspirasi yang dibawa Jateng Guyub telah diterima dan diinventarisasi.

Persoalan yang disampaikan cukup beragam. Mulai dari sektor pertambangan dan pertanian, konflik agraria, dugaan kriminalisasi, persoalan infrastruktur, hingga masalah yang dihadapi petani tebu.

"Kami telah menerima seluruh masukan masyarakat yang menurut kami sangat bagus," kata Iwanuddin.

Menurut dia, persoalan yang berada dalam kewenangan Pemprov Jateng akan segera ditindaklanjuti. Sementara persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Iwanuddin menambahkan, Ahmad Luthfi selama ini mengedepankan komunikasi dan dialog dalam merespons persoalan di masyarakat. Karena itu, Rumah Rakyat tetap menjadi salah satu ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Jateng Guyub Akan Kawal Tindak Lanjut

Koordinator Aksi Jateng Guyub Joko Priyanto mengapresiasi kesediaan Ahmad Luthfi menemui dan berdialog langsung dengan perwakilan masyarakat.

Menurut Joko, berbagai persoalan dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah telah disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Jateng Guyub, lanjut dia, akan terus membangun komunikasi secara berkala dengan Pemprov Jateng untuk mengawal tindak lanjut persoalan yang telah disampaikan.

Pengawalan tersebut mencakup persoalan konflik agraria, pertambangan, pertanian, hingga infrastruktur di sejumlah daerah.

Sementara itu, perwakilan Jateng Guyub asal Batang, Itor, berharap komitmen yang disampaikan pemerintah benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret.

"Kita tetap masih percaya dengan sistem yang di Jateng. Saya mohon setegas-tegasnya sistemnya itu benar-benar dijalankan," katanya. (*)

Editor : Admin
jatengguyub jateng Ahmad Luthfi