Sekolah Rusak Berat di Grobogan Segera Direhabilitasi, Dana Revitalisasi Dijadwalkan Cair Agustus

Admin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:33 WIB
KOORDINASI: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah agar SDN Tanggirejo masuk dalam program bantuan revitalisasi.
KOORDINASI: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah agar SDN Tanggirejo masuk dalam program bantuan revitalisasi.

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan proses revitalisasi SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, segera direalisasikan. Sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga sebagian bangunannya ambruk itu akan memperoleh bantuan rehabilitasi dari pemerintah pusat.

Pencairan anggaran rehabilitasi ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 sehingga perbaikan lima ruang kelas yang mengalami kerusakan dapat segera dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menyampaikan kepastian tersebut setelah meninjau langsung kondisi sekolah pada Kamis (23/7/2026). Kunjungan itu dilakukan atas instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memastikan langkah penanganan terhadap bangunan sekolah yang rusak akibat faktor usia dan serangan rayap.

Sadimin menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah agar SDN Tanggirejo masuk dalam program bantuan revitalisasi.

"Kami terus mengawal percepatan penanganan sekolah ini. Pekan depan dijadwalkan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai tahapan pencairan bantuan revitalisasi," ujarnya.

Ia optimistis anggaran dapat dicairkan pada Agustus mendatang sehingga pekerjaan rehabilitasi lima ruang kelas bisa segera dilaksanakan.

Sambil menunggu proses perbaikan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih dinyatakan aman. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pendidikan para siswa tidak terhenti.

"Pembelajaran tetap berjalan menggunakan ruang yang masih layak sehingga hak anak-anak untuk belajar tetap terpenuhi," kata Sadimin.

Sebagai bentuk dukungan penanganan awal, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan bantuan senilai Rp50 juta untuk kebutuhan darurat di sekolah tersebut.

Sebelumnya, SDN Tanggirejo menjadi sorotan setelah sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan parah dan sebagian bangunan roboh. Kondisi itu membuat pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergiliran dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih aman, termasuk menggunakan musala sebagai ruang belajar sementara agar proses pendidikan tetap berlangsung. (*)

Editor : Admin
sdn Tanggirejo jateng luthfi