Gebyuran Bustaman, Tradisi Saling Siram Air yang Jadi Ikon Kampung Budaya di Semarang

Admin • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Kampung Bustaman, Kota Semarang, memiliki tradisi unik yang selalu menarik perhatian masyarakat, yakni Gebyuran Bustaman. Tradisi saling menyiram air ini menjadi simbol kebersamaan, kegembiraan, sekaligus bentuk pelestarian budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Gebyuran Bustaman umumnya digelar bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha. Setelah rangkaian penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan, warga berkumpul di jalan-jalan kampung untuk mengikuti tradisi saling menyiram air menggunakan ember, gayung, hingga pistol air. Suasana pun berubah menjadi penuh keceriaan dengan tawa anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Tradisi ini tidak sekadar menjadi ajang bermain air. Bagi masyarakat Bustaman, gebyuran merupakan simbol penyegaran, kebersamaan, dan rasa syukur setelah bergotong royong melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Nilai kekeluargaan dan solidaritas menjadi pesan utama yang terus dijaga dalam setiap penyelenggaraannya.

Kampung Bustaman sendiri dikenal sebagai kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai permukiman para jagal kambing di Kota Semarang. Identitas tersebut masih melekat hingga kini, termasuk melalui keberadaan berbagai kuliner olahan kambing yang menjadi ciri khas kampung tersebut.

Dalam perkembangannya, Gebyuran Bustaman tidak hanya menjadi tradisi masyarakat setempat, tetapi juga berkembang menjadi agenda budaya yang menarik minat wisatawan. Berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, pameran, bazar kuliner, permainan tradisional, hingga aktivitas komunitas turut memeriahkan pelaksanaan festival.

Keberadaan Gebyuran Bustaman menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman. Melalui semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat, tradisi ini berhasil menjadi salah satu ikon budaya Kota Semarang sekaligus memperkuat identitas Kampung Bustaman sebagai kampung budaya yang kaya akan sejarah dan kearifan lokal. (*)

Editor : Admin
gebyuran bustaman. hewan kurban semarang