SEMARANG — Kota Semarang kembali meraih prestasi pada bulan Juli 2026 dengan mendapatkan penghargaan Kota Terandal di ajang PAPTI Award 2026 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia.
Penghargaan ini menegaskan posisi Semarang sebagai daerah yang unggul dalam pengelolaan bangunan, keamanan masyarakat, dan kelayakan fungsi bangunan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah kota, terutama karena Semarang menjadi tuan rumah untuk acara welcome dinner PAPTI Award 2026.
Ia menjelaskan bahwa Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa berupaya untuk memajukan sektor MICE agar dapat meningkatkan penginapan hotel, perputaran bisnis kuliner, dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
Baca Juga: 1,09 Juta Penumpang Gunakan Layanan KAI Daop 4 Semarang Saat Libur Sekolah 2026
Agustina juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum acara nasional seperti PAPTI Award untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia percaya pendapatan dari pajak hotel dan restoran dapat digunakan kembali untuk membangun fasilitas publik dan memenuhi kebutuhan warga Semarang.
Selain dalam bidang ekonomi, pemerintah kota Semarang juga terus menghadapi tantangan terkait geografis seperti banjir, rob, dan perubahan iklim di wilayah pesisir.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menguatkan infrastruktur untuk pengendalian banjir secara terintegrasi serta menjaga standar keselamatan bangunan agar proses pembangunan berlangsung dengan lebih profesional dan akuntabel.
Baca Juga: Ndas Maling: Dari Jajanan Khas Genuk Menuju Ikon Kota Semarang
Penghargaan Kota Terandal ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam menjaga keamanan masyarakat dan memastikan bangunan memenuhi standar yang telah ditentukan memperoleh pengakuan.
Bagi Semarang, pencapaian ini bukan sekadar soal prestasi, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga kota tetap aman, dapat diandalkan, dan layak huni. (*)
Editor : Anita Fitriani