Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pelaku Usaha Apresiasi Iklim Investasi Jawa Tengah, Ribuan Lapangan Kerja Baru Disiapkan

Admin • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:05 WIB
SAT SET: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah akan bergerak cepat menyelesaikan setiap hambatan yang dihadapi investor agar tidak mengganggu realisasi investasi.
SAT SET: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah akan bergerak cepat menyelesaikan setiap hambatan yang dihadapi investor agar tidak mengganggu realisasi investasi.

SEMARANG – Iklim investasi di Jawa Tengah semakin mendapat kepercayaan dari kalangan pelaku usaha. Kemudahan perizinan, pendampingan pemerintah hingga tahap realisasi proyek, serta respons cepat dalam menyelesaikan berbagai kendala di lapangan dinilai menjadi faktor penting yang mendorong investor terus menanamkan modal di provinsi ini. Sejumlah investasi baru pun diproyeksikan membuka ribuan lapangan pekerjaan.

Hal tersebut mengemuka dalam Business Dinner Gubernur Jawa Tengah bersama para pemangku kepentingan sektor ekonomi se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6).

Sejumlah investor menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memberikan pendampingan selama proses investasi berlangsung.

Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, mengatakan perusahaannya memilih Kabupaten Brebes sebagai lokasi pembangunan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia karena proses investasi di Jawa Tengah dinilai berjalan mudah dan cepat.

Perusahaan tersebut akan mengembangkan peternakan berkapasitas sekitar 30 ribu ekor sapi perah. Menurut Ihsan, seluruh proses perizinan dapat diselesaikan secara lancar berkat dukungan pemerintah daerah.

"Kami berkomitmen membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia di Kabupaten Brebes dengan kapasitas 30 ribu sapi. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena seluruh proses perizinan difasilitasi dengan baik dan cepat," ujarnya.

Ia mengakui investasi di sektor peternakan memiliki tingkat kerumitan yang tinggi karena melibatkan berbagai aspek teknis maupun regulasi. Namun, pendampingan pemerintah membuat seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana.

"Peternakan sapi merupakan sektor yang kompleks, tetapi kami bersyukur memilih Jawa Tengah sehingga semua proses berjalan lancar. Groundbreaking dijadwalkan pada 20 Juli mendatang," katanya.

Apresiasi juga datang dari sektor manufaktur. Direktur PT Bintang Indokarya Gemilang, Budiarto, menilai industri alas kaki di Jawa Tengah masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan sehingga perusahaan berkomitmen terus memperluas investasinya.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah serta ekosistem usaha yang semakin kondusif menjadi modal penting bagi pertumbuhan industri sekaligus penyerapan tenaga kerja.

"Industri sepatu di Jawa Tengah terus berkembang. Semangat yang disampaikan Pak Gubernur turut memotivasi kami untuk terus mengembangkan usaha di Jawa Tengah," ungkapnya.

Budiarto menambahkan, perusahaan ingin memperbesar kapasitas investasi agar mampu membuka lebih banyak lapangan kerja. Dukungan sektor perbankan, termasuk Bank Jateng, juga dinilai memperkuat pengembangan industri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum, menyebut koordinasi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mampu mempercepat berbagai kebutuhan investor, termasuk melalui Dewan Kawasan yang dipimpin langsung Gubernur Ahmad Luthfi.

"Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat seluruh proses yang kami butuhkan menjadi lebih cepat," katanya.

Meski demikian, Juliani mengungkapkan masih terdapat kendala teknis pada implementasi sistem Online Single Submission (OSS) pascaperubahan regulasi. Menurutnya, persoalan tersebut bukan terkait proses perizinan, melainkan integrasi sistem yang belum berjalan optimal.

"Semua perizinan sebenarnya sudah selesai. Kendalanya hanya pada sistem yang belum bisa mengunggah data sehingga berdampak pada proses pengeluaran barang oleh pelaku usaha," jelasnya.

Masukan serupa disampaikan perwakilan Korrun Group, Suartin Huang. Ia mengatakan perusahaan sedang menyiapkan investasi di lahan seluas sekitar 32 hektare di Kabupaten Grobogan yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja. Saat ini proyek tersebut masih menunggu penyelesaian administrasi terkait penggunaan lahan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah akan bergerak cepat menyelesaikan setiap hambatan yang dihadapi investor agar tidak mengganggu realisasi investasi.

Terkait persoalan OSS, Luthfi langsung meminta jajaran terkait melakukan pengecekan sekaligus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha.

"Kita cek seluruh persoalan OSS. Saya tidak ingin investasi di Jawa Tengah terhambat hanya karena kendala administrasi," tegasnya.

Terkait rencana investasi di Kabupaten Grobogan, Ahmad Luthfi memastikan pemerintah tetap membuka ruang bagi investasi baru dengan tetap menjaga keberadaan lahan pertanian produktif sebagai penopang ketahanan pangan.

Menurutnya, solusi dapat dilakukan melalui mekanisme perubahan tata ruang sesuai ketentuan apabila pemerintah daerah mampu menyediakan lahan pengganti.

"Kalau memang masuk kawasan tersebut, segera diajukan ke Kementerian ATR/BPN untuk perubahan perda. Itu bisa dilakukan sepanjang pemerintah daerah mampu menyediakan lahan pengganti," jelasnya.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan pihaknya siap memberikan pendampingan langsung kepada investor untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis pada sistem OSS. DPMPTSP juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

Dengan kemudahan perizinan, pendampingan yang berkelanjutan, serta komitmen pemerintah dalam menyelesaikan berbagai hambatan investasi, Jawa Tengah terus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu tujuan investasi nasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Editor : Admin
#se-jawa tengah #GDB #hotel