RADAR KUDUS – Konvoi rombongan usai kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berujung ricuh pada Senin (29/6/2026) dini hari.
Sedikitnya empat orang mengalami luka bacok, dua sepeda motor dibakar, tiga mobil dirusak, serta sebuah bengkel dan rumah warga menjadi sasaran pelemparan batu.
Polres Boyolali menyebut kericuhan terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Sambi, Banyudono, dan Teras, sekitar pukul 01.00 WIB.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku maupun motif di balik rentetan aksi kekerasan tersebut.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengatakan insiden tersebut terjadi setelah kegiatan pengesahan warga baru PSHT di Kecamatan Gladagsari.
Sebelumnya, aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan telah melakukan pengamanan serta penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi konvoi peserta dari luar daerah.
"Kami sampaikan masalah kejadian dini hari tadi berkaitan dengan kegiatan pengesahan PSHT yang ada di Gladaksari, Boyolali. Kejadian tadi malam terindikasi ada di tiga tempat," ujar AKP Winarsih.
Dua Korban Dibacok, Motor Dibakar di Sambi
Kericuhan pertama terjadi di wilayah Desa Trosobo, Kecamatan Sambi.
Berdasarkan keterangan kepolisian, rombongan yang terdiri dari 14 orang dengan tujuh sepeda motor dihadang empat orang tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor.
Para pelaku kemudian turun dan menyerang rombongan menggunakan senjata tajam.
Dua orang menjadi korban pembacokan, sementara lainnya berusaha menyelamatkan diri.
"Yang dua kena sabetan di situ. Terduga pelaku langsung membakar sepeda motor, terindikasi sepeda motor PCX," kata AKP Winarsih.
Korban yang mengalami luka bacok langsung dilarikan ke RS Asyifa Sambi untuk mendapatkan perawatan medis.
Penyerangan Berlanjut di Banyudono
Hampir bersamaan, aksi serupa kembali terjadi di Kecamatan Banyudono, tepatnya di Jalan Solo–Semarang, sebelah timur simpang lampu lalu lintas Ngangkruk.
Saat itu, dua orang yang baru pulang dari kegiatan pengesahan berhenti di pinggir jalan untuk buang air kecil.
Tiba-tiba mereka didatangi empat orang tak dikenal yang langsung menyerang menggunakan senjata tajam.
"Di sana ada dua anak sedang berhenti untuk buang air kecil di sebelah kiri jalan. Tahu-tahu dari belakang ada empat orang turun membacok dengan senjata tajam, lalu melarikan diri ke arah timur," ujar AKP Winarsih.
Setelah menyerang korban, pelaku juga membakar sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi.
Petugas kepolisian sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba.
Proses pemadaman sempat terkendala karena mobil pemadam terjebak kemacetan akibat ribuan peserta konvoi yang memenuhi Jalan Solo–Semarang.
Bengkel dan Rumah Warga Dirusak
Kericuhan ketiga terjadi di depan bengkel spesialis kaki-kaki mobil OJ Shock, Kecamatan Teras.
Saat arus lalu lintas padat oleh iring-iringan peserta konvoi, sekelompok orang diduga berjumlah antara empat hingga tujuh orang tiba-tiba menyerang seorang karyawan bengkel yang sedang berada di teras.
Setelah itu, mereka melempari bengkel menggunakan batu.
"Di situ tiba-tiba kurang lebih empat atau tujuh terindikasi pelaku langsung memukul karyawan OJ Shock yang baru ada di depan bengkel tersebut. Setelah memukul dia langsung memecahkan kaca mobil yang ada di bengkel menggunakan batu," kata AKP Winarsih.
Akibat aksi tersebut, tiga mobil pelanggan mengalami kerusakan pada bagian kaca.
Selain itu, kaca bangunan bengkel dan rumah warga di sebelahnya juga pecah akibat lemparan batu.
Korban bernama Adam mengaku tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran penyerangan.
"Konvoi itu semalam, langsung menyerang dan melempar-lempar batu ke kaca-kaca mobil sama rumah," ujar Adam.
Sementara itu, pemilik bengkel, Ardi, mengatakan kendaraan yang dirusak merupakan milik pelanggan yang sedang diperbaiki.
"Ini mobil milik pelanggan," kata Ardi.
Empat Korban Luka, Polisi Selidiki Pelaku
Polres Boyolali mencatat total empat orang mengalami luka bacok dalam dua lokasi kejadian. Dua korban dirawat di RS Asyifa Sambi, sedangkan dua korban lainnya menjalani perawatan di RS Indriati Boyolali.
Selain korban luka, dua sepeda motor hangus terbakar, tiga mobil mengalami kerusakan, sementara kaca bengkel dan rumah warga pecah akibat aksi pelemparan batu.
AKP Winarsih memastikan seluruh korban luka merupakan peserta yang baru pulang dari kegiatan pengesahan warga baru PSHT.
"Betul. Jadi semua korban itu setelah menghadiri acara PSHT," ujar Winarsih.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan identitas maupun kelompok para pelaku.
"Terduga pelaku saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan," tegas Winarsih.
PSHT Serahkan Penanganan kepada Polisi
Ketua PSHT Cabang Boyolali, Komarudin, mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti kronologi kericuhan karena seluruh panitia berfokus pada pelaksanaan pengesahan di Gladagsari, sedangkan insiden terjadi di lokasi yang berbeda.
"Jadi kita kronologi dan sebagainya nggak paham dan itu siapa yang jadi korban dan siapa yang chaos, kita juga nggak tahu kelompok yang mana," ujar Komarudin.
Ia juga menyebut belum dapat memastikan apakah pelaku berasal dari anggota PSHT, perguruan lain, maupun pihak ketiga yang memanfaatkan situasi.
"Kita serahkan saja kepada teman-teman Polres Boyolali," katanya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Boyolali masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan para saksi, serta memburu pelaku yang terlibat dalam rentetan aksi kekerasan tersebut.
Editor : Ali Mustofa