Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Serayu Ditutup Total, Perahu Angkut Pasir Jadi Transportasi Alternatif Warga

Nabila Agustin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:09 WIB
Jembatan Serayu di perbatasan Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (ANTARA/Sumarwoto)
Jembatan Serayu di perbatasan Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (ANTARA/Sumarwoto)

RADAR KUDUS – Penutupan total Jembatan Serayu yang berada di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, sejak 15 Juni hingga 30 Juli 2026 menimbulkan fenomena menarik di tengah masyarakat.

Perahu yang biasanya digunakan untuk mengangkut pasir hasil tambang kini justru beralih fungsi menjadi sarana penyeberangan warga.

Jembatan yang menjadi penghubung utama jalur Purwokerto–Yogyakarta tersebut ditutup sementara dalam rangka proyek perbaikan besar.

Pekerjaan ini dilakukan karena kondisi lantai jembatan sudah mengalami kerusakan setelah digunakan selama sekitar 34 tahun.

Renovasi mencakup penggantian pelat lantai sepanjang 69,3 meter, expansion joint, perbaikan beton, pengecatan struktur, hingga penggantian baja serta elastomer dengan total anggaran mencapai Rp2,6 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, menjelaskan bahwa penutupan total dilakukan demi keamanan pengguna jalan sekaligus memperlancar proses pekerjaan di lapangan.

“Mulai 15 Juni sampai 30 Juli 2026 ditutup total. Sebelum itu juga sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak,” ujar Nandang dalam Forum Group Discussion (FGD) Pra Sosialisasi Paket Preservasi Jalan Buntu–Banyumas–Ajibarang.

Ia menambahkan, kondisi lantai jembatan saat ini memang sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.

“Kalau dibiarkan bisa semakin rusak. Karena itu harus diganti plat lantainya,” jelasnya.

Perahu Tambang Beralih Fungsi Jadi Transportasi Warga

Penutupan jembatan ini langsung berdampak pada aktivitas masyarakat yang setiap hari melintasi Sungai Serayu.

Sebagai solusi sementara, warga memanfaatkan perahu milik penambang pasir untuk menyeberang sungai.

Berdasarkan laporan Tribun Jateng, titik penyeberangan berada di kawasan depo pasir Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor di sisi utara, serta Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas di sisi selatan sungai.

Salah satu pemilik perahu, Tugiman, mengungkapkan bahwa armada yang digunakan sebenarnya merupakan perahu pengangkut pasir yang kini juga difungsikan untuk mengangkut penumpang.

“Biasanya untuk pasir, sekarang juga dipakai angkut orang. Ada beberapa perahu yang beroperasi,” kata Tugiman kepada Tribun Jateng.

Layanan penyeberangan ini beroperasi selama 24 jam dengan sistem pergantian tiga shift. Setiap perahu dioperasikan oleh sekitar enam orang pekerja secara bergantian.

Tarif yang dikenakan juga cukup terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 untuk sepeda motor dengan waktu penyeberangan sekitar lima menit saja.

Tugiman juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna jasa terus meningkat sejak jembatan resmi ditutup.

“Rencana mau ditambah perahunya, tapi tenaga masih terbatas,” tambahnya.

Warga Pilih Menyeberang daripada Memutar Jauh

Banyak warga akhirnya memilih jalur sungai karena dianggap lebih cepat dibandingkan harus memutar jauh.

Pengguna jasa ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pedagang, pekerja, hingga pengemudi ojek online.

Riswanto, seorang driver ojek online asal Banyumas, mengaku terbantu dengan adanya layanan penyeberangan tersebut.

“Kalau muter jauh, jadi lebih lama. Untung ada perahu ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Agus, warga Pemalang yang hendak menuju Cilacap.

“Kalau lewat darat bisa lebih dari satu jam. Jadi saya pilih naik perahu saja,” katanya.

Jalur Alternatif Sudah Disiapkan

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, Dinas Perhubungan Banyumas telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif selama penutupan jembatan berlangsung.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Banyumas, Arif Akhmadi, menjelaskan bahwa kendaraan kecil dari arah Kebumen dan Banjarnegara menuju Purwokerto dapat melalui jalur Mandirancan–Banyumas.

Sementara kendaraan besar dialihkan lewat jalur nasional Buntu–Sampang–Rawalo–Purwokerto.

“Penutupan ini sudah sesuai jadwal. Waktu pengerjaan juga disesuaikan agar tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat,” jelas Arif.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub juga memasang portal pembatas tinggi 2,1 meter di jalur Banyumas–Mandirancan agar kendaraan besar tidak masuk ke jalan kabupaten.

Proyek perbaikan Jembatan Serayu ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.

Selama proses berlangsung, pekerjaan dilakukan dalam dua shift selama 24 jam untuk mempercepat penyelesaian dan meminimalkan dampak terhadap mobilitas warga.

Editor : Ali Mustofa
#jembatan Serayu #banyumas #ppk #jawa tengah