Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mahasiswa Unnes Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Pekerja Jastip

Nabila Agustin • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:59 WIB
Foto ilustrasi kasus pelecehan di UNNES (generated by AI)
Foto ilustrasi kasus pelecehan di UNNES (generated by AI)
RADAR KUDUS – Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) berinisial MF atau Muhammad Fito Alinsky menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang terkait dugaan pelecehan seksual verbal terhadap sejumlah perempuan pekerja jasa titip (jastip).

Pemeriksaan dilakukan setelah laporan dugaan kekerasan seksual diterima dan ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unnes.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Unnes, Surahmat, mengatakan laporan tersebut masuk melalui hotline Satgas PPK pada 17 Juni 2026 pukul 14.30 WIB.

“Laporan yang masuk kemudian ditangani sesuai prosedur operasional dan ketentuan yang berlaku,” ujar Surahmat, Kamis (18/6).

Sebagai tindak lanjut, Satgas PPK Unnes memanggil pelapor pada hari yang sama pukul 16.30 WIB untuk mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung.

Dari hasil pendalaman awal, Satgas mengidentifikasi tiga korban dalam kasus tersebut.

Menurut Surahmat, tahap awal penanganan difokuskan pada penggalian informasi dari pelapor guna memperoleh gambaran utuh mengenai dugaan tindak kekerasan seksual yang dilaporkan.

Selama proses penanganan berlangsung, kasus tersebut berkembang luas di media sosial, khususnya di platform X.

Sejumlah akun anonim diketahui mendorong agar terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para korban.

Situasi tersebut kemudian memicu meningkatnya perhatian publik dan keresahan di kalangan mahasiswa.

Pada Rabu (17/6) malam, ratusan mahasiswa dan warga memadati kawasan Simpang Tujuh Kampus Unnes di Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Mereka mengepung terduga pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual verbal melalui percakapan WhatsApp bermuatan seksual kepada perempuan pengemudi jasa titip.

Tangkapan layar percakapan yang diduga dilakukan pelaku sebelumnya telah beredar luas dan menjadi viral di media sosial.

Terduga pelaku kemudian diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban.

Namun, banyaknya massa yang hadir menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terduga pelaku terlihat dikerumuni massa dan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku terlebih dahulu diamankan oleh petugas keamanan kampus sebelum akhirnya dibawa oleh anggota Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Hingga saat ini, terduga pelaku masih diperiksa oleh Polrestabes Semarang,” kata Surahmat.

Pihak kampus menyatakan akan terus melakukan pendalaman informasi dan siap bekerja sama dengan Polrestabes Semarang dalam mendukung proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Surahmat, langkah penanganan yang dilakukan kampus merujuk pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 serta Peraturan Rektor Unnes Nomor 115 Tahun 2024 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Unnes juga menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan akademik yang aman dan kondusif serta memastikan setiap laporan kekerasan ditangani melalui mekanisme yang berlaku dengan tetap memperhatikan perlindungan seluruh pihak yang terlibat selama proses berlangsung.

Editor : Ali Mustofa
#pelecehan seksual #jateng #Unnes