Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Lengkap Kasus Viral Unnes: Chat Asusila Picu Kepungan Massa dan Evakuasi Polisi

Ali Mustofa • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB
Massa mengepung mahasiswa Unnes yang diduga melakukan pelecehan seksual, Rabu (17/6/2026) pukul 23.00.
Massa mengepung mahasiswa Unnes yang diduga melakukan pelecehan seksual, Rabu (17/6/2026) pukul 23.00.

SEMARANG – Dugaan kasus pelecehan seksual melalui pesan WhatsApp yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) memicu kegaduhan besar di lingkungan kampus pada Rabu malam (17/6/2026).

Peristiwa tersebut berujung pada aksi pengepungan oleh ratusan mahasiswa dan berakhir dengan evakuasi terduga pelaku oleh aparat kepolisian.

Berikut rangkaian peristiwa berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan:

Kasus ini bermula dari komunikasi antara seorang perempuan yang menjalankan usaha jasa titip (jastip) dengan seorang mahasiswa.

Awalnya percakapan tersebut berkaitan dengan transaksi layanan sebagaimana biasanya dilakukan secara daring.

Namun dalam interaksi itu, terduga pelaku diduga mengirimkan pesan bernada tidak pantas yang kemudian dianggap sebagai bentuk pelecehan verbal, sehingga membuat korban merasa tidak nyaman.

Percakapan tersebut kemudian beredar dalam bentuk tangkapan layar dan menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp serta media sosial.

Dalam waktu singkat, isi pesan itu memicu kemarahan banyak mahasiswa karena dianggap tidak etis.

Viralnya unggahan tersebut menjadikan kasus ini bahan pembicaraan luas di lingkungan kampus Unnes hanya dalam hitungan jam.

Setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan, sejumlah mahasiswa mulai menelusuri identitas dan keberadaan terduga pelaku.

Informasi lokasi yang diduga terkait kemudian menyebar melalui jejaring percakapan daring.

Pada Rabu malam, mahasiswa mulai berdatangan ke salah satu titik di area kampus yang diduga menjadi lokasi keberadaan pelaku.

Awalnya kerumunan hanya terdiri dari sejumlah kecil mahasiswa.

Namun seiring meluasnya informasi, jumlah massa terus bertambah hingga mencapai ratusan orang.

Mereka menuntut klarifikasi serta pertanggungjawaban dari terduga pelaku atas dugaan tindakan yang dilakukan.

Situasi di lokasi pun semakin memanas dengan teriakan massa yang terdengar di sekitar area kampus.

Petugas keamanan internal kampus segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.

Namun besarnya jumlah massa membuat situasi sulit dikendalikan sepenuhnya.

Dalam kondisi tersebut, terduga pelaku kemudian diamankan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi tindakan yang tidak diinginkan.

Melihat eskalasi situasi yang meningkat, pihak kampus kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Personel dari Polrestabes Semarang bersama Polda Jawa Tengah diterjunkan untuk mengendalikan keadaan.

Petugas berupaya menenangkan massa sekaligus mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri terhadap terduga pelaku.

Untuk menghindari risiko keamanan, aparat kepolisian akhirnya mengevakuasi terduga pelaku dari area kampus menggunakan kendaraan taktis (rantis) dengan pengawalan ketat.

Proses evakuasi berlangsung di tengah kerumunan mahasiswa yang masih bertahan di lokasi hingga dini hari.

Kasie Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami telah mengamankan seorang pria terkait dugaan pelecehan melalui media elektronik. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami kronologi dan motif kejadian,” ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Aparat juga mengimbau masyarakat dan mahasiswa untuk tetap tenang serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang, karena seluruh dugaan yang beredar masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Editor : Ali Mustofa
#pelecehan verbal #kampus unnes #mahasiswa #polda jateng #kepolisian