Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasar Johar Semarang Disulap, New PM Jadi Magnet Baru Pedagang dan Pengunjung

Ali Mustofa • Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB
New PM Resmi Dibuka di Pasar Johar, Wali kota Agustina Ingin Jadi Pusat Ekonomi, Kuliner, dan Kreativitas
New PM Resmi Dibuka di Pasar Johar, Wali kota Agustina Ingin Jadi Pusat Ekonomi, Kuliner, dan Kreativitas

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng terus berupaya menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan Pasar Johar.

Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional itu kini mulai dikembangkan menjadi ruang aktivitas masyarakat yang lebih dinamis dan multifungsi.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menghadirkan kawasan New PM (New Pasar Maling) di dalam kompleks Pasar Johar.

Kehadiran area ini diharapkan dapat menjadi magnet baru bagi pengunjung sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para pedagang untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Saat melakukan peninjauan langsung, Agustina menyampaikan harapannya agar New PM tidak hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga ruang yang mampu menghadirkan berbagai kegiatan masyarakat.

Mulai dari aktivitas ekonomi, seni, olahraga, hingga kegiatan kreatif lainnya yang dapat menarik minat pengunjung.

“Harapannya kawasan ini bisa menambah keramaian dan menghadirkan aktivitas yang beragam. Tidak hanya jual beli, tapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan aktivitas lain,” ujarnya, Senin (15/6).

Menurutnya, perkembangan zaman telah mengubah pola konsumsi masyarakat yang kini semakin banyak beralih ke sistem belanja daring.

Kondisi tersebut menuntut pasar tradisional untuk melakukan adaptasi agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.

“Sekarang ini sudah era digital. Banyak yang beralih ke online, sehingga pasar harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembeli,” jelasnya.

Agustina menilai kawasan New PM memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh sebagai ruang kreatif.

Tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya, pelatihan masyarakat, hingga pusat kuliner khas Kota Semarang yang lebih tertata.

Ia juga mengungkapkan rencana pemanfaatan area kosong di beberapa bagian bangunan untuk dijadikan etalase produk UMKM secara bergilir.

Dengan konsep tersebut, para pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang sama untuk memamerkan produknya kepada masyarakat.

“Ruang yang masih kosong nanti akan kita jadikan etalase bergantian, bisa setiap minggu. Pedagang juga bisa ikut serta, dan pelatihan pun bisa dilakukan di sini tanpa harus ke luar,” tuturnya.

Selain itu, Wali Kota Semarang juga membuka peluang pengembangan area kuliner yang menyajikan makanan khas Kota Semarang dalam satu kawasan terpusat.

Konsep ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Mungkin nanti bisa dikumpulkan makanan khas Semarang dalam satu area. Ini masih kita konsepkan, karena pasar harus menyesuaikan dengan keinginan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyampaikan bahwa antusiasme pedagang terhadap New PM cukup tinggi.

Hingga saat ini, tercatat ratusan pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati lapak yang tersedia.

“Ada sekitar 912 pedagang yang sudah mendaftar. Harapan kami, New PM ini bisa mengembalikan kembali kejayaan Pasar Maling sebagai ikon Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep New PM tetap mempertahankan identitas lama Pasar Maling yang sudah dikenal masyarakat sejak lama, namun dikemas dengan tampilan dan sistem yang lebih modern dan tertata.

“Konsepnya tetap Pasar Maling, hanya saja diperbarui menjadi lebih baik dan lebih modern,” jelasnya.

Saat ini, tingkat keterisian lapak di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen, dengan sekitar 800 pedagang yang sudah aktif berjualan.

Mayoritas di antaranya bergerak di sektor pakaian dan kuliner.

Ke depan, lantai dua hingga lantai atas bangunan juga akan dioptimalkan untuk menampung lebih banyak pedagang dan jenis usaha lainnya, sehingga seluruh area dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, Dinas Perdagangan Kota Semarang juga menyiapkan strategi promosi dan evaluasi.

Salah satunya dengan memastikan harga yang ditawarkan tetap kompetitif serta produk yang dijual memiliki karakteristik yang berbeda dari area pasar lainnya di Johar.

Selain itu, promosi melalui media sosial dan kerja sama dengan para influencer juga akan diperkuat agar masyarakat lebih mengenal konsep baru Pasar Johar tersebut.

“Kita akan menggandeng influencer dan media agar masyarakat tahu bahwa sekarang ada wajah baru Pasar Johar, yaitu New PM,” pungkasnya. 

Editor : Ali Mustofa
#new pm #pasr maling #pengunjung #pasar johar semarang #pedagang