KENDAL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal secara resmi memulai rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui acara Pencanangan dan Deklarasi Komitmen Bersama Sukses SE2026 yang berlangsung di Hotel GM Setos Semarang, Kamis (11/6/2026).
Acara pencanangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Agus Dwi Lestari serta Kepala BPS Kabupaten Kendal Ade Sandi Parwoto.
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan sensus di wilayah Kabupaten Kendal, kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati.
Momen ini menjadi simbol resmi dimulainya proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Baca Juga: Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Demi Penuhi Nazar
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga melakukan penyematan rompi kepada para petugas sensus.
Hal ini sebagai bentuk kesiapan mereka sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Setelah prosesi pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati Kendal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bapperida, Dinas Komunikasi dan Informatika, BPS Kabupaten Kendal, KADIN, Kawasan Industri Kendal (KIK), PHRI, serta Gapensi.
Kesepakatan ini menjadi wujud dukungan lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.
Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan agar data ekonomi yang dihasilkan lebih lengkap, akurat, dan berkualitas, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan SE2026, BPS Kabupaten Kendal telah menyiapkan 949 petugas lapangan yang akan menyebar ke seluruh wilayah guna mendata berbagai aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat.
Sebelum diterjunkan, para petugas terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang dibagi dalam tiga gelombang dengan total 36 kelas.
Pelatihan ini bertujuan menyamakan pemahaman dan meningkatkan kompetensi petugas dalam proses pendataan.
Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan bahwa gelombang pertama diikuti oleh 345 peserta, sementara sisanya mengikuti pelatihan pada gelombang berikutnya.
Baca Juga: Porprov Jateng 2026 Siap Digelar di Semarang Raya, Libatkan Lebih dari 10 Ribu Atlet dan Pelatih
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan bermanfaat bagi pembangunan.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menekankan pentingnya peran petugas sensus sebagai garda terdepan dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat.
Baca Juga: Kasus Perempuan di Boyolali Tewas Setelah Makan Sate, Kini Menantu Jadi Tersangka
Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas di lapangan.
Bupati yang akrab disapa Tika tersebut turut menyerukan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026 demi terwujudnya data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung kemajuan daerah dan nasional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, menambahkan bahwa data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Ia menegaskan bahwa kualitas data sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan.
Selain itu, seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kendal juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama antara BPS dan BPJS Ketenagakerjaan selama masa tugas berlangsung, yakni 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dengan dimulainya pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Hasil pendataan diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor usaha, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Ali Mustofa