SEMARANG – Sejumlah besar mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, pada hari Jumat (12/6/2026).
Mereka mengungkapkan tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dihentikan karena dianggap memberikan tekanan berlebihan terhadap keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dapat meningkatkan inflasi yang signifikan.
Dalam pidatonya, para mahasiswa menyoroti penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk program MBG yang dianggap tidak efisien dan kurang tepat. Salah satu fokus kritik adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menjadikan APBN tertekan.
Mereka berpendapat bahwa keberadaan MBG telah menyebabkan inflasi tinggi yang berdampak pada melambungnya harga bahan pangan.
Baca Juga: Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Demi Penuhi Nazar
Sekelompok mahasiswa yang bernaung dalam Aliansi BEM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan terhadap program makan bergizi gratis (MBG).
Tuntutan ini disampaikan oleh ratusan mahasiswa yang mengekspresikan pendapat mereka dalam demonstrasi yang terjadi di Semarang hari ini.
Mereka juga menyentuh masalah korupsi yang mencirikan program MBG, yang dibayangi oleh skandal besar korupsi.
Baca Juga: Delapan Santriwati Jadi Korban Pencabulan Habib Gadungan di Semarang
Aksi demonstrasi ini menjadi bagian dari rangkaian protes terhadap MBG yang tengah menjalar di seluruh wilayah Indonesia. Komponen mahasiswa mulai menunjukkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi Tanah Air serta program prioritas pemerintah yang dikelilingi skandal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melaksanakan demonstrasi bertajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan perwakilan Bank Indonesia di Jawa Tengah.
Demonstrasi ratusan mahasiswa di Semarang ini menyoroti isu program MBG, harga BBM, dan berbagai kebijakan pemerintah lainnya.
Baca Juga: Kasus Perempuan di Boyolali Tewas Setelah Makan Sate, Kini Menantu Jadi Tersangka
Para mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, dan mengecam program MBG, penurunan nilai rupiah, serta RUU Polri. Jeritan revolusi menggema di Semarang saat mahasiswa mengkritisi MBG dan meminta perubahan dalam kebijakan pemerintah.
Program MBG yang dijalankan melalui SPPG di kawasan Pleburan, Kota Semarang, sementara ini dihentikan mulai Rabu, 10 Juni 2026. (*)
Editor : Anita Fitriani