BLORA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan Jalan Randublatung-Cepu rampung diperbaiki akhir tahun ini. Perbaikan sudah dilakukan secara tambal sulam. Kemarin, (09/06) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah adalah Henggar Budi Anggoro meninjau di lokasi.
Henggar didampingi Wakil Bupati Blora Sri Setyorini. Mereka melihat titik yang rusak yang beberapa waktu lalu didemo warga dengan ditanami pohon pisang.
Mantan PJ Bupati Pati itu menjelaskan perbaikan saat ini bersifat sementara. Nantinya secara keseluruhan perbaikan dengan rigid beton.
"Perbaikan nanti dengan pengerasan beton. Akan kita realisasikan," katanya.
Ada dua kali penganggaran. Pertama dianggarkan Rp 5,276 Miliar. Untuk tahap awal itu sudah dilakukan tender.
"Kemudian Perkada tambahan Rp 28,7 Miliar. Total Rp 30 miliar lebih. Sehingga insyaallah tuntas tahun ini," ujarnya.
Tak hanya itu, ruas jalan tersebut juga diajukan pembangunan lewat skema inpres jalan daerah. Agar benar-benar tuntas
"Kami juga akan berkomunikasi dengan Bupati dan kementrian. Sudah kita input di Inpres jalan arah. Semoga makin tuntas ruas di Blora," bebernya.
Selain jalan Randublatung-Cepu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menganggarkan jalan Kunduran sebanyak Rp 14,5 Miliar. Lalu Jalan Todanan-Ngawen Rp 3 Miliar.
"Yang tahap awal udah tender, segera tau nanti kalau yang garap. Estimasi akhir Juli digarap," imbuhnya.
Menurutnya, salah satu penyebab kerusakan karena kelebihan tonase. Sebab banyak kendaraan sumbu tiga melintas. Padahal jalan tersebut maksimal diperuntukkan untuk kendaraan sumbu 2.
"Pak Gun sudah menyampaikan ke dinas perhubungan. Kalau peruntukan sumbu 2 ya pasangi rambu," ujarnya.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyebut pihaknya dengan rencana penganggaran yang sudah disampaikan, pihaknya berharap Jalan Randublatung-Cepu sudah rampung tahun ini.
"Harapan kami jalan ini full sesuai harapan gubernur. Ingin elesai tahun ini," tuturnya.
Pihaknya pun mengaturkan terimakasih kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi atas dialokasikannya penganggaran perbaikan jalan tersebut.
"Makasih pak gub yang sudah ngopeni ngelakoni," tambahnya.
Warga Randublatung Grek juga mengucapkan terimakasih atas respon pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dengan cepat memperbaiki jalan Randublatung-Cepu.
"Semoga bisa meningkatkan akses perekonomian jalan rusak. Semoga ke depan bisa bermanfaat. Terimakasih Pak Luthfi," tambahnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar untuk perbaikan jalan di wilayahnya.
Hal itu untuk mempercepat penaganan perbaikan jalan rusak di wilayahnya supaya mulus kembali.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membat Perkada (Peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan," kata Luthfi usai Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2026.
Realokasi anggaran tersebut, dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah, yang sempat menurun karena musim hujan yang panjang sampai awal tahun 2026.
"Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada, sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan.
Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4%," tegasnya.
Ia menjelaskan, dana realokasi tersebut diprioritaskan untuk jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat. Salah satu contohnya adalah ruas jalan Randublatung-Cepu yang sempat dikomplain oleh masyarakat setempat. Selanjutnya di ruas jalan di wilayah Soloraya, dan ruas Jalan Keling-Kelet di Jepara.
Editor : Mahendra Aditya