RADAR KUDUS – Pengguna jalan yang melintasi Jalur Pantura wilayah Brangsong, Kabupaten Kendal, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kepadatan lalu lintas dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini menyusul dimulainya proyek pengecoran jalan di ruas Pantura arah Semarang yang diperkirakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan atau sekitar 30 hari.
Pekerjaan perbaikan tersebut mencakup ruas sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar sekitar 7,5 meter.
Sebelumnya, perbaikan serupa juga telah dilakukan pada jalur Pantura arah Jakarta sebagai bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional di kawasan pesisir utara Jawa.
Proyek ini dilaksanakan karena kondisi jalan di kawasan Brangsong kerap mengalami kerusakan berupa gelombang dan permukaan tidak rata.
Yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan berat yang melintas dengan intensitas tinggi setiap harinya.
Seiring dimulainya pekerjaan konstruksi, sebagian badan jalan kini digunakan untuk aktivitas pengecoran.
Akibatnya, kapasitas jalur berkurang dan arus kendaraan mulai melambat, bahkan antrean kendaraan sudah terlihat di sejumlah titik sekitar lokasi proyek.
Salah seorang pengguna jalan, Rosidin, mengaku memahami kondisi tersebut meski harus menghadapi perlambatan perjalanan.
Ia menilai perbaikan jalan jauh lebih penting demi keselamatan pengguna jalan.
“Alhamdulillah sekarang diperbaiki. Sebelumnya yang arah Jakarta sudah selesai. Saya lebih baik sedikit macet daripada lewat jalan yang bergelombang dan berbahaya,” ujarnya saat melintas, Selasa (2/6/2026).
Rosidin juga menyebutkan bahwa ruas Pantura Brangsong merupakan salah satu jalur dengan volume kendaraan yang sangat tinggi setiap hari, mulai dari kendaraan pribadi hingga truk logistik dan bus antarkota.
“Setiap hari sangat padat. Kalau jalan rusak justru rawan kecelakaan,” tambahnya.
Titik Pekerjaan Dimulai dari Dekat SPBU Cangkring
Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, M. Sofyan Effendi, menjelaskan bahwa titik awal pekerjaan pengecoran dimulai dari sekitar SPBU Cangkring, Brangsong, pada jalur menuju Semarang.
Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke arah timur hingga mendekati kawasan Jembatan Kali Blorong.
Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan pada lajur kanan untuk menyesuaikan elevasi dengan ruas yang sebelumnya telah diperbaiki di jalur arah Jakarta.
“Nanti dimulai dari dekat SPBU Cangkring dan berlanjut ke arah timur sampai sekitar Kali Blorong,” jelasnya.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Untuk mengurangi dampak kepadatan, petugas di lapangan telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Seperti sistem buka-tutup jalur, pengaturan arus kendaraan secara langsung, pemasangan rambu sementara, hingga skema contraflow pada jam tertentu.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra, menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas sudah dilakukan sejak awal dimulainya proyek pada Senin (1/6/2026). Personel juga disiagakan pada jam-jam sibuk untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Kami mulai pengaturan sejak pukul 05.30 WIB, terutama saat pagi dan sore karena volume kendaraan meningkat,” ujarnya.
Kendaraan Berat Diimbau Gunakan Jalur Tol
Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal juga mengimbau kendaraan angkutan barang dan truk besar untuk menggunakan jalur tol sebagai alternatif selama masa pengerjaan berlangsung.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di ruas Pantura yang sedang mengalami penyempitan jalur.
Selain itu, alternatif lain seperti jalur Srogo–Kaliwungu menuju Semarang juga dapat digunakan, meski kondisinya turut mengalami kepadatan pada jam-jam tertentu.
“Jalur alternatif ada, tetapi tetap padat karena kapasitasnya terbatas,” tambah Sofyan.
Investasi Jangka Panjang Infrastruktur
Meski berdampak pada kelancaran lalu lintas dalam jangka pendek, proyek pengecoran ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.
Konstruksi beton dinilai lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan berat, sehingga umur jalan menjadi lebih panjang.
Selain meningkatkan kenyamanan, perbaikan ini juga diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan, mengurangi kerusakan kendaraan.
Serta memperlancar distribusi logistik di jalur Pantura Kendal yang menjadi salah satu koridor utama transportasi nasional.
Selama masa pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan.
Serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di kawasan Brangsong.