Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Semarang Jadi Kota Tertinggi Kasus HIV di Jawa Tengah, Ada 240 Kasus Baru

Anita Fitriani • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:10 WIB
Kota Semarang jadi kota paling banyak kasus HIV di Jateng
Kota Semarang jadi kota paling banyak kasus HIV di Jateng

 

 

 

SEMARANG — Kota Semarang dinyatakan sebagai wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Jawa Tengah menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.

Total kasus HIV/AIDS di kota ini mencapai 620 sepanjang tahun 2025, menjadikannya yang teratas di antara kota/kabupaten lain di provinsi tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menginformasikan adanya 240 kasus HIV baru yang tercatat dari Januari hingga Mei 2026.

Sebagian besar kasus HIV di Semarang disebabkan oleh hubungan seksual antara pria, sehingga menjadikannya kelompok penyumbang terbesar untuk kasus HIV baru pada tahun 2025.

Baca Juga: Libur Iduladha 2026: Penumpang Kereta Api Daop 4 Semarang Capai 229 Ribu Orang

Merujuk pada informasi dari SIHA (Sistem Informasi HIV AIDS) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada April 2026, lima daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah adalah Kota Semarang di peringkat pertama dengan sekitar 620 hingga 665 kasus, kemudian diikuti oleh Kota Surakarta (Solo) di posisi kedua dengan 412 kasus, Kabupaten Banyumas di urutan ketiga dengan 361 kasus, Kabupaten Pati di posisi keempat dengan 334 kasus, dan Kabupaten Cilacap di urutan kelima dengan 254 kasus.

Untuk ODHIV (Orang Dengan HIV) yang tengah menjalani pengobatan ARV dengan viral load tersupresi 95 persen, Kota Semarang juga memimpin di Jawa Tengah dengan 1.948 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Surakarta yang memiliki 1.072 orang.

Data ini mengungkapkan bahwa Semarang tidak hanya memiliki jumlah kasus yang paling banyak, tetapi juga terdapat banyak pengidap yang sedang dalam proses pengobatan di provinsi ini.

Meskipun mencatatkan angka kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan bahwa hal ini seharusnya dipandang sebagai indikator keberhasilan dari program deteksi dini yang dijalankan oleh pemerintah kota.

Baca Juga: Gudang Bar Borsumy di Kota Lama Semarang Terbakar, Alami Kerugian Hingga 2 Miliar

Dinas Kesehatan Kota Semarang juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus baru HIV di Semarang tahun 2025 sebenarnya mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hingga minggu ke-40 tahun 2025 atau pertengahan Oktober, tercatat sekitar 380 kasus baru HIV, yang menurun cukup drastis dari tahun 2024, yang mencapai sekitar 680 kasus.

Penurunan ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan edukasi yang dijalankan pemerintah mulai membuahkan hasil yang positif.

Baca Juga: Pemkot Semarang Tambah 27 Bus Listrik untuk Perkuat Transportasi Ramah Lingkungan

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan, kasus baru HIV di Semarang masih didominasi oleh pria yang berhubungan seksual dengan pria.

Meski tidak mengungkapkan angka yang pasti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Hakam, menyatakan bahwa kelompok ini menyumbang mayoritas kasus HIV baru pada tahun 2025. 

Kelompok pria yang berhubungan seksual dengan pria dikenal sebagai populasi kunci yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV karena perilaku seksual yang berisiko serta kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan akibat stigma sosial yang ada.

Baca Juga: Tragis! Seorang Guru Pria Ditemukan Meninggal di Kos Semarang

Dinas Kesehatan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu menjalani tes HIV, karena semakin awal kasus terdeteksi, semakin cepat penanganan dapat dilakukan. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV masih menjadi kendala utama dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS dalam masyarakat.

 Pemerintah kota terus memperkuat layanan tanpa stigma untuk mendorong lebih banyak individu yang berisiko untuk melakukan tes HIV secara sukarela.

Kota Semarang memiliki sekitar 1.948 orang dengan HIV/AIDS yang sedang menerima pengobatan ARV, dan 95 persen dari mereka mengalami penekanan virus per April 2026, menjadikannya yang tertinggi di Jawa Tengah.

Angka ini menunjukkan bahwa program pengobatan antiretroviral (ARV) di Semarang berjalan dengan baik dan sebagian besar pengidap dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan untuk menekan beban virus dalam tubuh.

Baca Juga: Menhaj: Kuota Haji Indonesia 2027 Diprediksi Tetap di Angka 221 Ribu Jemaah

Dinas Kesehatan Kota Semarang terus memperkuat layanan kesehatan untuk ODHIV dengan pendekatan yang bebas dari stigma dan diskriminasi.

Program ini bertujuan agar lebih banyak orang yang berisiko terinfeksi HIV mau melakukan tes, dan kemudian mendapatkan pengobatan jika hasilnya positif.

Dengan banyaknya kasus, Semarang membutuhkan penyaluran sumber daya yang lebih besar untuk program pencegahan, pengujian, pengobatan, dan dukungan psikososial bagi ODHIV.

Data terbaru per Juni 2026 ini menjadi acuan bagi pemerintah untuk menilai efektivitas program penanganan HIV yang telah dijalankan dan merancang strategi baru yang lebih sesuai untuk kelompok populasi kunci, khususnya laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) yang merupakan penyumbang utama kasus HIV di Kota Semarang.

Editor : Anita Fitriani
#penyakit hiv #aids #berita jateng #berita semarang #hiv